Switch to mobile site

Waspadalah! Penyesat menyusup dalam kawanan domba

User Rating: / 5
PoorBest 
Renungan Umum
Waspadalah! Penyesat menyusup dalam kawanan domba

Matius 7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Nabi-nabi palsu atau pengajar-pengajar palsu sebenarnya sudah bukan hal yang asing bagi umat Kristen. Sejak zaman rasul-rasul bahkan zaman perjanjian lama nabi-nabi ini telah ada. Dikatakan nabi palsu karena penampilan dan tutur perkataan mereka seperti nabi namun sebenarnya mereka adalah penyesat yang tugasnya menyesatkan umat Tuhan dari kebenaran firman Tuhan.

Bagi umat Tuhan yang tidak mengerti firman Tuhan secara mendalam, akan sangat sulit membedakan mana nabi palsu dan mana yang bukan. Mengapa sangat sulit di bedakan?
  • Karena mereka menyamar seperti domba. Artinya dalam kehidupan sehari-hari mereka berlaku seperti domba.
  • Mereka hidup diantara domba-domba, artinya mereka berada diantara umat-umat kudus Allah.
  • Mereka hidup dalam penggembalaan bersama domba. Kalau domba makan rumput, maka mereka juga makan rumput. Namun mereka tidak menelan dan mencerna rumput itu karena sebenarnya mereka adalah serigala, bukan domba. Mereka makan rumput hanyalah untuk berpura-pura. Yang mereka makan adalah daging. Artinya, walaupun mereka menerima pemberitaan firman Tuhan, namun mereka tidak mencerna dan melakukan firman itu. Hidup mereka dipenuhi oleh hawa nafsu keinginan daging.
Alkitab mencatat, untuk mengetahui apakah mereka nabi palsu atau bukan dapat dilihat dari buahnya. Itu tercatat pada ayat dibawah:

Matius 7:16-17 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana seseorang mengetahui mana yang disebut pohon anggur, pohon ara atau semak duri kalau dia sendiri tidak mengenal dan mengetahui pohon itu? Contohnya begini, seseorang mengetahui yang mana pohon pisang karena sejak kecil dia sudah ditunjukkan bahwa itu pohon pisang.

Kemarin sore saya membawa anak saya yang berumur hampir lima tahun jalan-jalan di sekitar kompleks perumahan tempat kami tinggal. Saya mengarahkan pandangan ke pepohonan yang ada di depan rumah penduduk sambil bertanya kepadanya pohon jambu yang mana. Anak saya menunjuk kearah pohon rambutan. Jelas sekali salah bukan?

Demikian pula halnya untuk membedakan mana ajaran sesat dan mana yang bukan kita harus banyak belajar firman Tuhan. Ke gereja sekali seminggu dan mendengar kotbah saja tidak cukup. Kita harus membaca alkitab setiaphari. Dengan demikian maka firman itu akan berbekas dalam hati kita, sehingga kita menjadi lebih peka untuk membedakan mana yang dari Tuhan dan mana yang bukan.

Belakangan ini banyak aliran yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Beberapa waktu yang lalu ada sebuah aliran yang di sebut gereja setan. Namun bagi kami pribadi mereka belumlah bisa di kategorikan nabi palsu karena mereka memang bukan nabi yang menyamar. Mereka tidak berada diatara domba-domba, mereka berada diantara kambing. Mereka adalah serigala, bukan serigala yang berbulu domba. Mereka memang terang-terangan penyesat. Semua orang tahu jika mereka adalah aliran sesat. Mereka memang berbahaya terlebih bagi mereka yang lemah imannya. Tetapi mereka tidak lebih berbahaya dari nabi palsu. Lalu bagaimana yang disebut dengan nabi palsu itu?

Beberapa waktu yang lalu, saya berbincang dengan seorang sahabat mengenai firman Tuhan. Sahabat ini berasal dari sebuah gereja yang cukup besar yang mempunyai cabang dimana-mana. Saya mengetahui gereja itu bukanlah Gereja sesat, hanya saja pengajaran firman Tuhan tidak begitu mendalam disana. Saya mengenal sahabat tersebut selama ini adalah orang yang taat beribadah dan taat pada firman Tuhan. Namun dalam perbincangan kami pada saat itu, sahabat tersebut menyatakan bahwa dia sudah tidak membayar perpuluhan lagi padahal hal itu sudah bertahun-tahun dikerjakannya. Saya tanya kenapa? Dia menjawab beberapa bulan yang lalu dia bertemu dengan seorang pendeta yang berasal dari cabang luar kota (gereja yang sama). Ketika mereka sedang berbincang mengenai perpuluhan pendeta itu menyatakan bahwa perpuluhan tidak perlu di lakukan. Ada tiga hal alasan pendeta tersebut, yaitu;

  1. Kalau jemaat membayar perpuluhan, maka pendeta ditempat itu akan menjadi kaya. Kalau sudah kaya maka fokusnya akan kepada uang, bukan kepada pelayanan lagi nantinya. (ada roh iri hati namun sedikit masuk akalSmile).
  2. Jika suatu saat anda tidak membayar perpuluhan maka pendetanya akan bersungut-sungut, membuat pendeta berdosa saja (makin masuk akal Wink). dan yang paling menarik bagi saya adalah alasan ketiga yaitu:
  3. Alkitab perjanjian baru sudah tidak mewajibkan umat Tuhan untuk membayar perpuluhan. Referensinya ayat dibawah ini.
Matius 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Untuk alasan no.1 dan 2 walaupun kelihatannya masuk akal namun penilaian kami pribadi alasan itu di motivasi oleh iri hati. Apakah pendeta harus hidup miskin? Apakah pendeta tidak boleh hidup berkecukupan? Apakah pendeta yang berkecukupan pasti fokus hidupnya menjadi kepada uang? Belum tentu! Pendeta yang benar pasti tidak akan memfokuskan hidupnya pada uang terkecuali dia juga adalah serigala berbulu domba. Perlu diingat bahwa perpuluhan bukan hanya di gunakan untuk kebutuhan hidup pendeta. Uang perpuluhan juga di pergunakan untuk operasional gereja demi memperluas kerajaan Allah.

Untuk alasan no. 3, bila di baca secara sepintas dan tidak di cermati maka seolah-olah perpuluhan tidak penting dan tidak perlu dilakukan. Namun jika dicermati maka hal itu adalah salah besar! Kita perhatikan Matius 23:23 diatas; pada kalimat terakhir di tuliskan “Yang satu harus kamu lakukan dan yang lain jangan diabaikan”.

“Yang satu harus dilakukan” adalah menerangkan bahwa persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan harus dibayar, artinya persepuluhan harus dibayar. “Dan yang lain jangan diabaikan” adalah menerangkan bahwa keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan tidak boleh di abaikan, harus dilakukan juga.

Nah, akibat pengajaran yang salah itu sahabat kita yang tadinya taat pada firman Tuhan menjadi tidak taat. Bukankah itu penyesatan? Oleh sebab itu berhati-hatilah pada serigala berbulu domba yang ada di sekitar kita. Tanpa kita sadar, mereka telah ada di sekitar kita. Mereka adalah serigala-serigala buas yang siap menerkam umat Tuhan dan menarik umat Tuhan dari jalan kebenaran.

Saudaraku, dalam kitab wahyu di katakan bahwa sebelum kesudahan zaman sepertiga umat Tuhan akan di sesatkan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Wahyu 12:3-4 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Pada ayat diatas bahwa naga merah padam akan menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit. Bintang-bintang dilangit adalah gambaran dari umat Tuhan. Ingat bahwa Allah pernah berfirman kepada Abraham bahwa keturunannya adalah seperti bintang dilangit dan pasir di pantai banyaknya. Bintang di langit adalah keturunan yang rohani, pasir di pantai adalah keturunan yang bukan rohani. Bayangkan! Sepertiga umat Tuhan yang rohanipun akan terseret oleh ekor si Naga merah padam tersebut. Siapakah si Naga merah padam itu? Kita perhatikan ayat dibawah;

Wahyu 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Si Naga merah padam adalah Iblis atau satan yang menyesatkan, artinya roh-roh penyesat yang ada dalam diri nabi-nabi palsu. Mengapa umat Tuhan dapat terseret? Itu karena si Naga merah padam merasuki nabi-nabi palsu yang menyamar menjadi domba dalam kawanan domba dan mencari domba-domba yang lengah. Oleh sebab itu berhati-hatilah, rajinlah membaca firman Tuhan maka kita akan bisa membedakan mana nabi palsu dan mana yang bukan. Sebab mereka susah di bedakan karena mereka berada di kawanan domba. Waspadalah!.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
 

Add comment


Security code
Refresh

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
Hits Counter
Sejak 5 Desember 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini698
mod_vvisit_counterKemarin1461
mod_vvisit_counterMinggu ini7618
mod_vvisit_counterMinggu lalu9570
mod_vvisit_counterBulan ini26554
mod_vvisit_counterBulan lalu48503
mod_vvisit_counterAll days1547842
We have: 16 guests, 6 bots online
Your IP: 38.107.179.209
 , 
Today: May 19, 2012
Secure Certificate
SiteLock
Ads on: Special HTML
Facebook Page

Ads on: Special HTML