Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu
| Renungan Umum |
Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu
Mazmur 56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
Adalah hal yang wajar setiap manusia mengalami ketakutan. Sehebat-hebatnya seorang manusia dan sekuat-kuatnya dia suatu saat pasti akan mengalami ketakutan. Daud adalah seorang pria yang luar biasa. Ia sanggup mengalahkan Goliath yang besar bagai raksasa, namun suatu ketika ia merasakan perasaan takut juga. Karena takutnya terhadap raja Filistin, Daud berpura-pura gila. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
I Samuel 21:10-13 Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah ia kepada Akhis, raja kota Gat. Pegawai-pegawai Akhis berkata kepada tuannya: "Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?" Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu. Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.
Tindakan Daud pada ayat diatas menunjukkan bagaimana reaksi Daud terhadap keatakutan yang menghinggapinya. Jelas sekali bahwa Daud tidak ingat akan Tuhan. Dengan berpura-pura menjadi orang gila menunjukkan Daud berusaha mengatasi ketakutannya dengan caranya sendiri yang akhirnya caranya itu mempermalukan dirinya. Bagaimana tidak? Ternyata pujian orang terhadap Daud yang mengalahkan tentara musuh berlaksa-laksa karena ketakutannya rela menjadi seperti orang gila.
Lalu bagaimana dengan kita, apa reaksi kita ketika mengalami ketakutan? Apakah kita mengatasinya dengan cara kita? Bagi saudara yang masih sekolah atau kuliah, hal yang paling sering ditakuti adalah gagal dalam ujian. Bagaimana saudara menghadapi hal itu? Apakah menghadapinya dengan cara sendiri yaitu dengan berbuat curang, dengan mempersiapkan catatan kecil di saku baju dan melihat catatan itu ketika pengawas ujian lengah? Jangan saudara, karena selain hal itu tidak baik, kalau ketahuan anda akan dipermalukan.
Lalu apa yang harus kita lakukan ketika ketakutan itu datang? Yang harus kitalakukan adalah “percayalah kepada Tuhan dan berharaplah kepada-Nya”. Hal yang sama juga dilakukan Daud, setelah Daud menyadari kesalahannya, ia kembali mengandalkan Tuhan. Ia meletakkan kepercayaan dan pengharapannya kepada Tuhan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Mazmur 56:1-5 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Oleh sebab itu baiklah kita melakukan hal yang sama, bila ketakutan datang mari meletakkan kepercayaan dan pengharapan kita kepada Tuhan karena orang yang mengandalkan Tuhan akan menerima berkat. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Banda Aceh, 1 February 2010
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

















