Tunaikanlah Tugas pelayananmu
II Timotius 4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Pada ayat diatas dapat dilihat ada empat hal yang Paulus pesankan kepada Timotius didalam mengerjakan tugas pelayanan dimana pesan itu kita bagi menjadi dua bagian yaitu pertama, menguasai diri dalam segala hal dan sabar menderita, dan bagian kedua yaitu melakukan pemberitaan injil dan menunaikan tugas pelayanan. Bagian kedua sangat berhubungan erat dengan bagian pertama dimana kita tidak akan mungkin dapat melakukan bagian kedua kalau kita tidak lulus pada bagian pertama.
Pesan ini Paulus sampaikan kepada Timotius karena Paulus mengetahui sangat banyak tantangan dalam pelayanan yang dapat membuat seorang pelayan Tuhan menyimpang dari tugas pelayanannya. Paulus tidak ingin Timotius mengalami hal itu oleh sebab itu ia memberikan pesan khusus ini kepadanya. Pesan ini sungguh bermanfaat karena menjadi motivasi yang kuat bagi Timotius untuk teguh dalam tugas panggilan pelayanan sehingga Timotius dapat menyelesaikan tugas pelayanannya sampai akhir hidupnya.
Setia dalam pelayanan tidaklah mudah karena kesetiaan hanya dapat dibuktikan dengan waktu. Berbeda halnya dengan pertobatan, pertobatan dapat dibuktikan saat itu juga. Misalnya dulunya pemabuk jadi tidak pemabuk, pencuri dapat langsung bertobat dan berhenti dari kebiasaan mencuri pada saat itu juga. Akan tetapi kesetiaan tidak dapat dibuktikan saat itu juga, untuk membuktikannya dibutuhkan waktu yang lama yaitu sampai akhir hidupnya. Seorang terbukti setia ketika sampai akhir hidupnya ia tetap teguh melayani Tuhan.
Demas adalah sorang pemberita injil sama seperti Timotius yang melakukan tugas pelayanan bersama dengan Paulus. Namun Demas terbukti tidak setia karena meninggalkan Paulus dan pelayanannya dan kembali kepada kehidupan dunia. Hal itu dapat kita lihat pada ayat dibawah ini:
II Timotius 4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
Mengapa Demas bisa menjadi tidak setia dan berhenti menunaikan tugas pelayanannya? Itu karena ia tidak dapat menguasai diri dan tidak sabar menderita. Demas bukanlah seorang prajurit Kristus yang memiliki mental yang tangguh dan sabar menderita. Ia masih memikirkan dan mengejar kenikmatan dunia ini, itulah sebabnya dia meninggalkan pelayanan dan kembali kepada kehidupan dunia.
Demas bukanlah seorang prajurit Kristus Sebab seorang prajurit Kristus tidak akan lagi memikirkan dunia ini dan memusingkan diri dengan penghidupannya.Hal itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
II Timotius 2:3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Saudaraku, pesan ini juga Paulus sampaikan untuk pelayan-pelayan Tuhan yang hidup pada saat ini. Terlebih lagi karena tantangan pada saat ini jauh lebih berat dari tantangan pada zaman dahulu. Saat ini godaan kenikmatan dunia jauh lebih berat dari zamannya Paulus dan Timotius. Daya tarik ekonomi begitu menggoda sehingga tanpa disadari banyak pelayan-pelayan Tuhan yang terpikat olehnya. Teori kemakmuran tanpa disadari banyak menyimpangkan anak-anak Tuhan dari jalan kebenaran. Teori bahwa anak Tuhan pasti akan diberkati banyak membuat anak-anak Tuhan bahkan pelayan-pelayan Tuhan menjadi pelaku bisnis. Dan tanpa disadari bisinis itu akhirnya masuk dalam gereja. Kami tidak mengatakan teori kemakmuran itu salah, sebab memang benar bahwa Tuhan sudah berjanji akan memberkati setiap orang yang setia kepadaNya. Namun kita harus waspada jangan sampai teori ini sedikit demi sedikit menjauhkan kita dari jalan Tuhan, jangan sampai teori ini sedikit demi sedikit membawa gereja Tuhan masuk kedalam dunia bisnis. Kami sendiri pernah melihat ada seorang pelayan senior bahkan seorang pemimpin sektor sebuah gereja yang kelihatannya penuh kasih sewaktu melayani namun berbeda halnya ketika menjalankan bisnisnya, ia galak dan cenderung kasar. Maaf, kami tidak bermaksud menghakimi. Kami hanya mencoba mengingatkan kita semua termasuk kami sendiri agar berhati-hati tentang hal ini.
Oleh sebab itu saudara, agar kita tidak menyimpang dan tetap setia dalam pelayanan, mari kita perhatikan apa yang di sampaikan Paulus ini yaitu kuasailah diri. Akhir zaman ini sangat sulit menguasai diri karena banyak godaan dari dunia ini. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri oleh sebab itu seorang pemenang adalah seorang yang dapat menaklukan dan menguasai diri sendiri. Yang kedua sabarlah dalam penderitaan. Orang yang kuat adalah orang yang sabar dan menang atas penderitaan. Dan yang terakhir adalah lakukan tugas pemberitaan injil dan menunaikan tugas pelayanan. Maka kita akan menjadi seperti Timotius yang setia sampai akhir dalam pelayanan dan bukan seperti Demas yang berhenti ditengah jalan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin


















