Switch to mobile site

Setia dalam perkara kecil akan diberi tanggung jawab yang lebih besar

User Rating: / 1
PoorBest 
Renungan Umum
Setia dalam perkara kecil akan diberi tanggung jawab yang lebih besar

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Dari ayat ini jelas sekali kita lihat bahwa dalam hal pemberian tanggung jawab haruslah ada tahapannya. Idealnya, tanggung jawab yang diberikan harus dimulai dari perkara yang kecil. Karena bagamana mungkin seseorang mampu menanggung tanggung jawab dalam perkara yang besar jika tidak mampu melakukan tanggung jawab dalam perkara yang kecil.  Tanggung jawab dalam perkara kecil adalah sebuah ujian untuk masuk kedalam tanggung jawab yang lebih besar. Ibaratkan seperti anak tangga, sebelum menaiki anak tangga yang kedua, maka harus terlebih dahulu menginjak anak tangga pertama, sebelum menaiki anak tangga yang ketiga
haruslah terlebih dahulu menaiki anak tangga yang kedua. Memang tanpa menginjak anak tangga pertama kita bisa langsung naik ke anak tangga yang kedua atau langsung ke anak tangga yang ketiga, namun resiko kecelakaan sangatlah besar. Orang yang tidak sabar dan tergesa-gesa akan cenderung salah dalam melangkah.

Amsal 19:2 Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Sebagai contoh, dalam pelayanan ada orang yang hanya mau melayani kalau dia diberi tugas sebagai pelayanan mimbar, dia tidak mau mengerjakan tugas lainnya.Alasannya, inilah talentaku. Aku punya talenta bernyanyi jadi aku harus menjadi pemimpin pujian atau setidaknya jadi backing vocal.

Memang benar, mungkin dia memiliki suara yang bagus, tapi apakah dia memiliki kesetiaan yang bagus dan teruji? Pelayanan bukan sekedar talenta, pelayanan bukan sekedar “mau” tetapi dalam pelayanan yang paling utama adalah kesetiaan. Tuhan tidak melihat kehebatan kita, Tuhan tidak melihat kemampuan kita yang mungkin lebih dari orang lain. Tuhan melihat kesetiaan kita.

Harun dan Musa adalah dua pribadi bersaudara namun memiliki karakter yang berbeda. Harun adalah kakak Musa dan memiliki kemampuan yang lebih dari Musa terutama dalam berkata-kata (Keluaran 4:14). Musa adalah pribadi yang biasa-biasa saja, bahkan Musa tidak pintar berkata-kata. Musa pemalu dan cenderung tidak percaya diri. Itu bisa kita lihat pada ayat dibawah:

Keluaran 3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
Keluaran 4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."

Namun untuk menggembalakan umat Israel mengapa Tuhan memilih Musa, bukan memilih Harun? Itu karena Tuhan melihat Musa memiliki kesetiaan yang lebih dibandingkan Harun. Pertama, Musa rela meninggalkan kehidupan yang nikmat dan Istana Firaun yang megah demi seorang Israel yang di aniaya oleh seorang Mesir, dimana akhirnya dia membunuh orang Mesir itu. Kedua, Musa tidak pernah mau kembali ke Mesir dan minta maaf kepada Firaun agar di terima kembali di istananya. Sebenarnya bisa saja Musa kembali minta maaf dengan alasan ini dan itu yang bisa di terima akal, namun Musa tidak melakukannya.

Ketidaksetiaan Harun terbukti ketika ia mengabulkan permintaan orang Israel membuat patung anak lembu dari emas, itu dapat kita lihat pada Keluaran 32. Jadi kemampuan dan kehebatan tidak menjadi jaminan kalau sesorang itu setia. Justru sebaliknya, kemampuan dan kehebatan cenderung membuat orang tidak setia. Misalnya seperti ini, ada seseorang yang merasa punya talenta dalam suatu hal misalnya menyanyi, tetapi karena hamba Tuhan tidak memilih dia, akhirnya terjadilah sungut-sungut yang ujung-ujungnya hengkang dari gerejanya dan pergi mencari gereja lain yang mungkin mau menerima dia menjadi pelayan pujian. Saya tidak mengatakan itu salah karena panggilan pelayanan adalah baik, namun yang terpenting dalam pelayanan bukanlah kemampuan mengekspresikan talenta, yang terpenting dalam pelayanan adalah kesetiaan. Apa gunanya kita luar biasa melayani kalau kita tidak setia?  

Jadi sebagai intinya, jika kita ingin dipakai oleh Tuhan lebih lagi dalam tanggung jawab yang besar, setialah dalam perkara kecil. Jika saat ini saudara diberi tanggung jawab yang kecil oleh hamba Tuhan tempat saudara beribadah, misalnya membersihkan gereja, membersihkan kamar mandi, setialah. Memang mungkin saudara mempunyai kelebihan dalam satu hal, namun pelayanan bukan hanya membutuhkan talenta, yang paling dibutuhkan dalam pelayanan adalah kesetiaan. Jika kita setia dalam perkara kecil, maka kita setia juga dalam perkara besar.

Amsal  20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Last Updated (Tuesday, 12 January 2010 06:27)

 

Add comment


Security code
Refresh

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
Hits Counter
Sejak 5 Desember 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini692
mod_vvisit_counterKemarin1461
mod_vvisit_counterMinggu ini7612
mod_vvisit_counterMinggu lalu9570
mod_vvisit_counterBulan ini26548
mod_vvisit_counterBulan lalu48503
mod_vvisit_counterAll days1547836
We have: 14 guests, 7 bots online
Your IP: 38.107.179.210
 , 
Today: May 19, 2012
Secure Certificate
SiteLock
Ads on: Special HTML
Facebook Page

Ads on: Special HTML