Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus...
Bagian I Seri Makna Natal Adakah Yesus lahir dihati kita? - Natal yang Kehilangan Makna- Bulan... [More...]
Kumpulan Renungan Kristen
Pendalaman Alkitab
|
Masa Pencobaan
|
Renungan Umum
|
SAAT TEDUH
Apa itu saat teduh?
Secara arti kata saat teduh adalah suasana keadaan yang sangat tenang sekali. Suasana ini sering digambarkan dan diartikan sebagai suatu waktu yang khusus yang disediakan untuk persekutuan pribadi dengan Tuhan.
Secara umum manusia mengakui ada suatu kekuatan lain yang berada diluar dirinya bahkan jauh lebih berkuasa dari dirinya. Oleh sebab itulah mengapa agama lahir. Dengan berbagai cara yang berbeda setiap umat ingin mendekatkan diri secara pribadi dengan Tuhannya. Pemuja berhala melakukannya dengan cara bersemedi di hutan-hutan. Bahkan di kalangan Hindu ada istilah hari raya “nyepi”. Itu semua untuk apa? Ya, itu semua adalah suatu usaha untuk mendekatkan diri kepada tuhannya. Mengapa mereka berusaha mendekatkan diri dengan tuhannya? Itu karena mereka ingin memperoleh kesegaran dan kekuatan baru menurut cara mereka.
Apakah orang Kristen perlu Saat Teduh?
Benar sekali, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan yang benar, kita juga harus berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam menghadapi kehidupan dunia yang semakin sulit ini kita harus semakin mempererat hubungan pribadi kita kepada Tuhan.
Bersaat teduh sama dengan mencari Tuhan. Tuhan sangat merindukan orang-orang yang senantiasa mencariNya. Tuhan tidak pernah sembunyi, tapi Tuhan berada disuatu tempat yang tersembunyi yang tidak dapat dilihat oleh manusia.
I Tawarikh 16:11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Saat teduh juga membuktikan kalau kita butuh Tuhan. Butuh akan Tuhan menunjukkan bahwa kita tunduk kepada Tuhan. Orang yang tidak pernah bersaat teduh itu membuktikan kalau orang tersebut tidak membutuhkan Tuhan dalam kehidupannya. Didalam saat teduh kita bisa menemukan kekuatan Tuhan.
Orang yang mengandalkan Tuhan akan mendapat berkat. Tetapi orang yang tidak mengandalkan Tuhan melainkan mengandalkan dirinya sendiri maka hidupnya akan senantiasa kering. Itu tertulisdalam firman Tuhan seperti nats yang tertulis dibawah ini :
Yeremia 17 : 5-8 : Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Apa manfaat dari Saat Teduh?
Kita perhatikan nats Alkitab dibawah ini :
Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Saat teduh adalah saat dimana kita menanti-nantikan Tuhan. Saat dimana kita menanti-nantikan jamahan Tuhan.
Ayat diatas berkata bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Kita butuh kekuatan baru senantiasa. Berbagai permasalahan hidup kita sehari-hari cukup menyedot kekuatan kerohanian kita sehingga kita butuh kekuatan baru.
Bahkan dikatakan bahwa orang yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan atau dengan kata lain orang yang senantiasa bersaat teduh dengan Tuhan akan mendapat kekuatan baru seumpama burung rajawali yang naik terbang semakin tinggi. Ketika mereka berlari tidak menjadi lesu, berjalan tidak menjadi lelah. Mengapa? Karena mereka senantiasa mendapat kekuatan baru.
Bagi pelayan-pelayan Tuhan dan hamba Tuhan saat teduh adalah suatu keharusan. Seorang pelayan/hamba Tuhan yang ingin pelayanannya di urapi harus memiliki banyak waktu untuk bersaat teduh dengan Tuhan. Mengapa banyak pelayan Tuhan bahkan hamba Tuhan yang merasakan kekeringan dalam hidupnya. Salah satunya adalah karena mereka tidak memiliki waktu yang cukup bersaat teduh dengan Tuhan. Mungkin itu terjadi karena mereka terlalu sibuk dengan urusannya sendiri atau mungkin terlalu sibuk dengan pelayanan sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.
Contohnya adalah Maria dan Marta. Dalam Lukas 10 : 38-42 digambarkan bahwa Marta sibuk melayani sementara Maria asyik duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan Tuhan.
Marta adalah gambaran orang yang sibuk melayani sampai tidak mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan sementara Maria adalah gambaran orang yang senantiasa bersekutu dengan Tuhan. Akhirnya pada ayat ke 40 kita menemukan akhirnya Marta jatuh dalam persungutan. Sementara Maria Tuhan katakan telah memilih bagian yang terbaik (ayat 42). Bahkan kalau kita perhatikan dalam Kitab Yohannes 11:24,39 kita menemukan bahwa Marta jatuh lebih dalam lagi dimana ia meragukan kuasa Tuhan Yesus untuk membangkitkan Lazarus saudaranya dari kematian.
Banyak anak-anak Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan yang dulunya dipakai luar biasa oleh Tuhan akhirnya jatuh. Banyak orang tidak menyadari bahwa awal dari kejatuhan adalah karena hilangnya persekutuan pribadi dengan Tuhan. Pernah seorang pelayan Tuhan yang dulunya melayani Tuhan dengan berapi-api tapi akhir-akhir ini begitu suam-suam kuku berkata kepada saya : “Akhir-akhir ini kerohanian saya begitu down, bahkan saya tidak ada gairah lagi untuk bersaat teduh”. Kalimat tersebut mengatakan bahwa ia tidak ada kegairahan untuk bersaat teduh karena kerohaniannya lagi down. Sebenarnya yang terjadi tidaklah demikian. Justru sebaliknya, dia mengalami kekeringan dan penurunan tingkat kerohanian disebabkan oleh dia tidak memiliki waktu lagi untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.
Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Ayat diatas menyatakan bahwa ketika kita bersekutu dengan Tuhan itu sama seperti sebuah pohon yang ditanam ditepi aliran air. Dimana tidak akan pernah mengalami kekeringan bahkan akan berbuah pada waktunya
Jadi ayat diatas menggambarkan kepada kita jika kita mau kerohanian kita tidak kering bahkan pelayanan kita menghasilkan buah maka kita harus senantiasa memiliki saat teduh bersama Tuhan.
Teladan pertama yang dapat kita ambil dalam bersaat teduh adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus walaupun Dia adalah Jehova tapi tetap memiliki waktu-waktu persekutuan pribadi dengan Bapa. Dalam setiap pelayanannya Tuhan Yesus menyadari bahwa Dia senantiasa membutuhkan kekuatan yang baru dari Bapa. Itulah sebabnya dalam beberapa ayat Alkita kita menemukan Yesus mencari tempat yang sunyi untuk berdoa.
Markus 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Matius 14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Bahkan ketika akan menghadapi penderitaan berat di kayu salib Tuhan Yesus lebih menghabiskan waktu semalaman bersekutu dengan Tuhan. Kenapa Dia lakukan itu? Karena Dia mengetahui bagaimana penderitaan yang akan dihadapiNya, oleh sebab itu Ia membutuhkan kekuatan yang lebih lagi dari Bapa.
Jadi bagaimana saudara? Kalau Tuhan Yesus sendiri saja masih bersaat teduh kenapa kita tidak?. Justru kita sebagai manusia biasa harus memiliki waktu persekutuan yang lebih lagi dengan Tuhan.
Teladan kedua yang dapat kita lihat adalah Daniel.
Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Daniel bersekutu dengan Tuhan tiga kali sehari. Bahkan dikatakan Daniel biasa melakukan itu. Karena persekutuan yang erat dengan Tuhan Daniel senantiasa mendapatkan kekuatan dari Tuhan. Bukti dari kekuatan itu adalah Daniel tidak pernah menyangkal Tuhan walaupun sudah berapa kali dia diancam dengan kematian. Bahkan Daniel memiliki hikmat lebih dari orang kasdim bahkan lebih dari orang-orang sebangsanya. Itu semua karena Daniel berbeda dengan orang lain dimana dia memiliki persekutuan pribadi yang erat dengan Tuhannya.
Teladan ketiga adalah Daud. Daud adalah seorang raja yang sangat diberkati bahkan dikasihi Tuhan. Namun Daud adalah orang yang senantiasa menjaga hubungan pribadinya dengan Tuhan. Banyak ayat firman Tuhan yang kita temukan di Mazmur yang menceritakan bagaimana Daud senantiasa memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan diantaranya adalah ayat dibawah ini .
Mazmur 119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.
Mazmur 5:4 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Mazmur 63:1-2 Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Karena kedekatannya dengan Tuhan Daud senantiasa berkemenangan. Bahkan dia yang bertubuh kecil mampu mengalahkan Goliat yang bagaikan raksasa. Bahkan Daud menjadi raja yang besar yang cukup disegani pada zamannya.
Bagaimana bersaat teduh yang baik?
Ditoko buku-buku rohani banyak sekali pola-pola yang dapat kita ambil untuk bersaat teduh misalnya saat teduh, renungan harian dll. Itu memang baik tapi saya berharap kita dapat lebih maju lagi dari pada sekedar membaca renungan harian. Kita jangan hanya terfokus pada renungan harian saja. Karena hal itu dapat membuat saat teduh kita menjadi rutinitas saja dan kita tidak bisa merasakan apa-apa.
Contoh yang dapat kita ambil adalah dari Daniel, Daniel berlutut berdoa dan memuji Tuhan. Jadi sebelum kita merenungkan Firman Tuhan sebaiknya kita berdoa dan memuji-muji Tuhan terlebih dahulu. Bahkan lebih bagus lagi seperti Paulus. Paulus berdoa dan bernyanyi dengan akal budi dan juga dengan rohnya.
I Korintus 14:15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Mengapa demikian? Karena Tuhan menghendaki kita menyembah didalam Roh dan Kebenaran.
Yohannes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Dari ayat diatas dapat kita lihat kita tidak cukup merenungkan firman Tuhan saja (menyembah dalam kebenaran), tapi kita juga harus memuji-muji Tuhan (menyembah dalam roh). Itulah penyembahan yang berkenan kepada Bapa.
Last Updated (Monday, 08 December 2008 01:25)
Facebook Page
|
Comments Latest
|
Follow us on Twitter
Powered by Twitter Fan Box & Pizcar
|