Kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia pada masa pembuangan Yehuda ke Babel. Ini adalah masa kehancuran dari Yerusalem. Masa-masa indah telah lenyap, yang ada hanya penderitaan karena harus menjadi orang buangan, orang buangan sama dengan budak. Meraka diperas, disiksa dan hidup dalam kerja paksa. Jujur, pada saat saya membaca ayat diatas hati saya terasa masygul, saya membayangkan bagaimana menderitanya keturunan saya kelak karena dosa saya. Saya mempunyai anak kecil yang hampir berusia 4 tahun. Jika dia menangis terlebih lagi karena sakit, maka hati saya sangat menderita bahkan jika boleh penyakit itu di pindahkan saja ke saya. Saya membayangkan itu ketika membaca ayat ini. Bayangkan bagaimana menderitanya kaum Yehuda yang berada dalam pembuangan sampai-sampai mereka berkata “Bapak-bapak kami yang berbuat dosa, mereka tidak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.”
Mazmur 112:1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Demikian pula jika kita tidak takut akan Tuhan maka akan ada juga ganjarannya. Bukan hanya kita, keturunan kita pun akan menerima ganjarannya.
Keluaran 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Tuhan adil bukan? Jadi siapa yang kejam. Apakah Tuhan kejam? Tidak! Tuhan memberikan kita pilihan untuk menerima berkat atau kutuk. Kita bebas memilih. Tapi ingat, setiap apapun yang akan kita pilih, juga akan berpengaruh kepada keturunan kita. Pernah saya membaca sebuah artikel, saya sudah lupa apa judulnya, dikatakan dalam artikel tersebut berdasarkan survey terhadap orang-orang sukses di Amerika ditemukan bahwa dulunya orang tua/kakek nenek mereka adalah orang yang takut akan Tuhan dan pelayan Tuhan. Hasil survey ini memberi gambaran kepada kita bahwa apapun yang akan kita perbuat, akan berpengaruh terhadap anak cucu kita.
Kepada kaum Bapa-bapa, orang tua dan calon orang tua pada umumnya. Marilah kita berusaha hidup takut akan Tuhan. Marilah kita melayani Tuhan di gereja kita masing-masing. Berusaha senantiasa hidup dalam kebenaran Tuhan. Sehingga suatu saat anak kita tidak berkata “Bapak-bapak kami yang berbuat dosa, tetapi kami yang menanggung akibatnya”. Menyedihkan bukan? Tetapi sebaliknya mereka berkata “Syukur bagi-Mu Tuhan Yesus, karena kami memiliki orang tua yang takut akan Engkau dan melayani-Mu sehingga berkat itu juga tercurah bagi kami keturunannya.” Indah bukan? Apa yang kita wariskan kepada mereka tergantung kita. Berkatkah atau penderitaan karena dosa.
Doa:
Tuhan Yesus, Engkau maha adil dalam keputusan-Mu. Tuhan berikan kami roh yang takut akan Engkau. Sehingga kami dan anak-anak kami diberkati oleh-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.






Oleh sebab itu agar hidup senantiasa beruntung, yakinkan bahwa saudara hidup dalam ketiga hal diatas maka keberuntungan pasti senantiasa akan mengikuti kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin...
Meneladani Pelayanan Yesus (Bag. 5) :
Pencobaan 3: Pencobaan atas keinginan mata dan keangkuhan Hidup.
Matius 4:8-10 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihat... 











