Nubuatan Tentang Penderitaan Yesus, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (by. Herman)
Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Kenapa Tuhan Yesus ketika di salib menjelang kematianNya berseru seperti itu ?
Secara umum orang menjawab karena Tuhan Yesus adalah 100 % manusia juga 100% Tuhan. Jawaban itu kurang tepat, karena saya yakin saat itu Yesus bukan sedang memperlihatkan kemanusiawianNya dengan keputus asaanNya karena di tinggalkan Allah, dan kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang setia yang tak akan pernah meninggalkan dan Yesus sebagai manusia mempunyai mentalitas yang tinggi .
Bila jawabannya karena Yesus Tuhan yang adalah 100% manusia juga dan sedang ada dalam emosi kemanusiaanNya maka akan bertentangan dengan nubuatan Yesus sendiri :
Yohanes 16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
Untuk menjawab hal ini kita perlu pemahaman dan pengenalan isi alkitab dan juga sejarahnya. Pada zaman Yesus setiap orang Yahudi yang taat pada Allah dalam situasi apapun akan bermazmur dan itu sudah menjadi tradisi pada waktu itu. Kita bisa lihat pada Lukas 1:45 dengan judul perikop Nyanyian pujian Maria, saat itu Maria sangat bersuka cita. Kita lihat lagi Lukas 1:67 judul perikopnya Nyanyian pujian Zakharia, saat itu Zakharia dipenuhi oleh Roh Kudus maka bernubuatlah dia dengan bermazmur.
Bila kita baca Kitab Mazmur kita bisa simpulkan bahwa orang sudah terbiasa bermazmur dalam emosi dan situasi apapun, sukacita, dukacita bahkan dalam penderitaan yang beratpun.
Yesus adalah penggenapan dari setiap nubuatan kitab para nabi :
P. Baru: Matius: 2:15
Kenapa Tuhan Yesus ketika di salib menjelang kematianNya berseru seperti itu ?
Secara umum orang menjawab karena Tuhan Yesus adalah 100 % manusia juga 100% Tuhan. Jawaban itu kurang tepat, karena saya yakin saat itu Yesus bukan sedang memperlihatkan kemanusiawianNya dengan keputus asaanNya karena di tinggalkan Allah, dan kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang setia yang tak akan pernah meninggalkan dan Yesus sebagai manusia mempunyai mentalitas yang tinggi .
Bila jawabannya karena Yesus Tuhan yang adalah 100% manusia juga dan sedang ada dalam emosi kemanusiaanNya maka akan bertentangan dengan nubuatan Yesus sendiri :
Yohanes 16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
Untuk menjawab hal ini kita perlu pemahaman dan pengenalan isi alkitab dan juga sejarahnya. Pada zaman Yesus setiap orang Yahudi yang taat pada Allah dalam situasi apapun akan bermazmur dan itu sudah menjadi tradisi pada waktu itu. Kita bisa lihat pada Lukas 1:45 dengan judul perikop Nyanyian pujian Maria, saat itu Maria sangat bersuka cita. Kita lihat lagi Lukas 1:67 judul perikopnya Nyanyian pujian Zakharia, saat itu Zakharia dipenuhi oleh Roh Kudus maka bernubuatlah dia dengan bermazmur.
Bila kita baca Kitab Mazmur kita bisa simpulkan bahwa orang sudah terbiasa bermazmur dalam emosi dan situasi apapun, sukacita, dukacita bahkan dalam penderitaan yang beratpun.
Yesus adalah penggenapan dari setiap nubuatan kitab para nabi :
P. Baru: Matius: 2:15
dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
P. Baru: Matius: 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
P. Baru: Matius: 13:14
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
P. Baru: Matius: 27:9
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
Itu adalah sebagian dari nubuatan yang digenapi, dan untuk memperjelas jawaban ini mari kita lihat Mazmur ayat 22
Mazmur 22:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak
Markus 15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Mazmur 22:7 (22-8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
Markus 15:20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. (15-20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
Mazmur 22:8 (22-9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Mazmur 22:18 (22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
Markus 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.
Mazmur 31:5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Untuk memperkuat interpretasi ini kita lihat saja Kotbah Petrus di Kisah Para Rasul 2:29-32 berkorelasi dengan Mazmur 16 :10. Intinya disini Petrus dengan tegas mengatakan bahwa Daud telah mati dan kuburnya masih ada jadi pada Mazmur 16:10 Daud bukan berkata pada dirinya sendiri melainkan bagi Yesus.
Mazmur 16:10
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Kisah Para Rasul 2:29
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
Kesimpulan :
Yesus mempunyai mentalitas yang sangat tinggi meskipun didalam kondisi sekarat dan dalam penderitaan yang sangat luar biasa terlebih secara rohaniah. Dia menghibur diriNya dengan bermazmur bagi Allah.
Allah Bapa adalah Allah yang setia, dahulu, sekarang dan selamanya.
Untuk apa Yesus bermazmur ?
Yaitu untuk menggenapi nubuat Mazmur 22.
Ada dua pilihan untuk mengimani ayat ini :
- Yesus sebagai manusia saat itu sedang meratapi karena Allah Bapa meninggalkan Dia, yang dengan demikian Allah Bapa saat itu meninggalkan kesetiaanNya.
P. Baru: Matius: 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
P. Baru: Matius: 13:14
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
P. Baru: Matius: 27:9
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
Itu adalah sebagian dari nubuatan yang digenapi, dan untuk memperjelas jawaban ini mari kita lihat Mazmur ayat 22
Mazmur 22:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak
Markus 15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Mazmur 22:7 (22-8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
Markus 15:20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. (15-20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
Mazmur 22:8 (22-9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Mazmur 22:18 (22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
Markus 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.
Mazmur 31:5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Untuk memperkuat interpretasi ini kita lihat saja Kotbah Petrus di Kisah Para Rasul 2:29-32 berkorelasi dengan Mazmur 16 :10. Intinya disini Petrus dengan tegas mengatakan bahwa Daud telah mati dan kuburnya masih ada jadi pada Mazmur 16:10 Daud bukan berkata pada dirinya sendiri melainkan bagi Yesus.
Mazmur 16:10
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Kisah Para Rasul 2:29
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
Kesimpulan :
Yesus mempunyai mentalitas yang sangat tinggi meskipun didalam kondisi sekarat dan dalam penderitaan yang sangat luar biasa terlebih secara rohaniah. Dia menghibur diriNya dengan bermazmur bagi Allah.
Allah Bapa adalah Allah yang setia, dahulu, sekarang dan selamanya.
Untuk apa Yesus bermazmur ?
Yaitu untuk menggenapi nubuat Mazmur 22.
Ada dua pilihan untuk mengimani ayat ini :
- Yesus sebagai manusia saat itu sedang meratapi karena Allah Bapa meninggalkan Dia, yang dengan demikian Allah Bapa saat itu meninggalkan kesetiaanNya.
- Yesus mempunyai mental baja, selalu memuliakan Bapa meskipun dalam penderitaan yang luar biasa dan Allah Bapa setia menyertai Yesus seperti yang dinubuatkan Yesus di Yoh 16:32.
Bagaimana pilihan anda untuk mengimani ayat ini ? anda yang menentukan ...
Bagaimana pilihan anda untuk mengimani ayat ini ? anda yang menentukan ...
Last Updated (Tuesday, 09 March 2010 05:27)
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

















