Mengasihi Diri Sendiri
Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Suatu ketika saat Tuhan Yesus mengajar, seorang ahli Taurat bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”. Lalu Yesus menjawab "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Hukum ini terkenal dengan hukum kasih. Secara garis besar ada dua kasih yang diterangkan yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Namun, kalau kita baca dengan teliti, sebenarnya ada tiga yaitu: mengasihi Tuhan, mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri. Orang yang mengasihi Tuhan sudah pasti mengasihi sesama, namun belum tentu mengasihi dirinya sendiri. Ada orang yang sibuk luar biasa melayani Tuhan sampai sering lupa makan. Apakah dia mengasihi Tuhan? Saya yakin ya, karena pada umumnya orang yang melayani Tuhan adalah karena mengasihi Tuhan. Apakah dia mengasihi dirinya? Nah, ini dia yang diragukan….
Ada pula orang yang taat beribadah dan ikut melayani Tuhan namun pada saat mengendarai sepeda motor dia jarang pakai helm. Bagaimana ini? Apakah dia mengasihi Tuhan? Mungkin ya, tapi orang ini tidak mengasihani dirinya karena membiarkan dirinya dalam bahaya.
Saudaraku, kita terkadang lupa pada diri sendiri. Kita terkadang lupa bahwa kita juga harus mengasihi dan menjaga diri kita. Yang saya maksud dengan merawat dan menjaga adalah bukan untuk memuaskan keinginannya. Melainkan kita merawat dan menjaganya kita untuk Tuhan dan untuk diri kita sendiri.
Maaf bagi yang merokok! Orang yang merokok membuktikan kalau dia tidak sayang pada Tubuhnya. Pemerintah saja jelas-jelas menyatakan kalau itu berbahaya dan merusak tubuh. Apakah Tuhan mengijinkan hal itu dilakukan? Saya yakin tidak!
I Korintus 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Tuhan ingin agar kita memuliakan Tuhan dengan tubuh kita bukan malah merusaknya. Kalau kita ingin Roh Kudus tinggal dan berdiam di dalam hidup kita, maka tubuh kita harus kudus. Roh Kudus itu amat lembut, bahkan di Alkitab di gambarkan seperti burung merpati. Burung merpati itu suka terhadap suasana yang nyaman. Bila ada sesuatu hal yang membuat dia tidak nyaman, maka ia akan terbang. Sama halnya dengan Roh Kudus, Ia hanya merasa nyaman berdiam di tempat yang bersih. Dia tidak mau tinggal di tempat yang kotor. Oleh sebab itu jangan kotori tubuh kita dengan asap dan racun atau dengan hal-hal yang nazis lainnya.
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Dari ayat ini Tuhan meminta agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang kudus. Oleh sebab itu, kasihanilah diri kita sendiri dengan merawatnya untuk Tuhan. Karena itulah ibadah yang sejati dan persembahan yang berkenan bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.