Kunci Menjadi Kehidupan yang diberkati; Bagian 2: Menerima Berkat Abraham
Kunci Menjadi Kehidupan yang diberkati
Bagian 2: Menerima Berkat Abraham
Abraham adalah seorang yang sangat di berkati oleh Tuhan. Apa yang di kerjakan oleh Abraham berhasil, bahkan Abraham disebut juga sahabat Allah (Yakobus 2:23). Mengapa Tuhan memberkati Abraham sedemikian luar biasa? Bahkan menjadikan Abraham sahabat-Nya pula?. Saudara, Tidak semua manusia dijadikan sahabat oleh Tuhan. Musa, yang Tuhan pakai luar biasa dalam memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir acapkali Tuhan sebut “Hamba-Ku Musa”, tidak Tuhan katakan “Sahabat-Ku Musa”. Dari hal tersebut dapat kita lihat betapa besar penghargaan Tuhan kepada Abraham. Lalu yang menjadi pertanyaan, mengapa Tuhan begitu memberkati Abraham? Namun sebelum kita menjawabnya kita lihat terlebih dahulu apa janji berkat yang Tuhan janjikan kepada Abraham. Mari kita lihat pada ayat dibawah:
Kejadian 12:2-3 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Secara garis besar ada tiga berkat yang Tuhan janjikan kepada Abraham yaitu : berkat kemuliaan, menjadi berkat bagi orang lain, dan berkat jaminan pembelaan Tuhan. Sungguh berkat yang yang luar biasa. Kembali ke pertanyaana, kenapa Abraham bisa menerima berkat yang luarbiasa tersebut? Itu karena :
1. Abraham lebih memilih ikut dan taat kepada perintah Tuhan.
Allah sangat memberkati Abraham karena Abraham lebih memilih Ikut Tuhan dan taat kepada perintah Tuhan. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan perintah Tuhan kepada Abraham pada ayat dibawah:
Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Pada ayat ini secara garis besar ada dua perintah Allah kepada Abraham yaitu : Keluar dari kampung halaman dan keluar dari sanak keluarganya. Intinya Tuhan meminta Abraham memisahkan diri dari kehidupan kampung halaman dan dari sanak keluarganya. Kenapa Tuhan memerintahkan Abraham keluar dari kampung halamannya? Itu karena kampung halamannya penuh dengan penyembahan berhala, bahkan sanak keluarganya terpengaruh dan terlibat dalam penyembahan berhala.
Saudaraku, ketika Abraham menerima perintah itu, saya yakin bahwa perintah itu menjadi problema bagi Abraham karena ia pasti sangat mencintai sanak keluarga dan saudara-saudaranya. Selama dalam pergumulan saudara-saudaranya pasti berusaha mempengaruhi Abraham agar tetap tinggal bersama mereka, ditambah lagi tujuan yang Tuhan perintahkan belum jelas kemana. Namun ditengah pergumulannya Abraham memutuskan untuk mendengarkan dan mengikuti perintah Tuhan. Dan yang lebih luar biasa, kita tidak akan temukan dalam Alkitab terjadi perdebatan antara Abraham dengan Tuhan mengenai rencana Tuhan atas hidupnya. Abraham lebih mencintai Tuhan dari pada mencintai sanak-saudaranya. Abraham mencintai Tuhan apa adanya dan menyerahkan serta mempercayakan hidupnya sepenuh kepada Tuhan.
Lalu bagaimana dengan kita saudaraku? Ketika menghadapi problema yang sama kita lebih memilih siapa? Apakah dengan tegas dan mantap kita berani lebih memilih ikut Tuhan? Jika ya maka percayalah berkat yang Abraham terima pasti akan kita terima pula.
Saudaraku, saya mengenal seseorang yang di kucilkan dari sanak keluarganya dan menjadi bahan olok-olokan karena lebih memilih ikut Tuhan. Namun apa yang menjadi keputusan orang tersebut tidak sia-sia karena saya melihat Tuhan sangat memberkati kehidupannya, bukan hanya berkat secara jasmani, berkat rohani juga.
2. Abraham mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Mari kita perhatikan kembali Kejadian 12:1 diatas. Kita tidak melihat tujuan yang jelas kemana Abraham harus pergi. Artinya apa yang ada didepan belum kelihatan, dengan kata lain masih gelap. Beda dengan samar-samar, kalau samar-samar masih dapat dilihat walaupun tidak jelas. Dalam kondisi tempat tujuan yang tidak jelas itu Abraham tetap memilih ikut Tuhan. Abraham percaya walaupun secara mata jasmani ia belum melihat sasaran dari tujuannya namun secara iman dia percaya bahwa Tuhan telah menyediakan suatu tempat yang terindah baginya. Artinya Abraham mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Yang lebih luar biasa lagi, dengan iman Abraham melihat bahwa Tuhan telah mempersiapkan suatu kota yang dibangun oleh Tuhan sendiri. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Ibrani 11:8-10 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Oleh sebab itu saudaraku, jika kita berani mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan maka berkat Abrahampun akan menjadi milik kita.
3. Abraham menempatkan Tuhan diatas segala-galanya.
Suatu ketika Tuhan memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan Ishak anaknya. Ishak adalah anak kesayangan Abraham yang merupakan anak perjanjian Tuhan yang di nantikan Abraham selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Ishak lahir ketika usia Abraham mencapai 100 tahun.
Yang luar biasa tanpa banyak tanya, dan tanpa meminta persetujuan dari Sara istrinya Abraham pergi membawa Ishak untuk dipersembahkan Ishak. Sebagai manusia yang normal seharusnya Abraham bisa protes kepada Tuhan. “Bagaimana ini Tuhan, bukankah anak ini adalah anak yang kau janjikan? Bukankah saya telah menanti-nantikannya selama puluhan tahun bahkan usiaku telah mencapai seratus tahun”. Namun Abraham tidak protes dan tidak ada satu katapun perdebatan yang keluar dari mulut Abraham. Walaupun akhirnya Ishak tidak jadi di persembahkan, namun Tuhan terkesima melihat kesetiaan Abraham. Demi melakukan perintah Tuhan Abraham rela melepaskan segala yang dimilikinya bahkan melepaskan yang terindah dan terkasih dalam hidupnya yaitu anak kesayangannya. Abraham menempatkan Tuhan diatas segala-galanya. Abraham rela melepaskan yang terindah dan terkasih dalam hidupnya demi menyenangkan hati Tuhan. Sebagai upah atas kesetiannya itu Tuhan kembali menegaskan janji berkat yang lebih luar biasa lagi kepada Abraham.
Bagaimana dengan kita saudaraku, apakah kita mau menempatkan Tuhan diatas segala-galanya dalam hidup kita? Apakah kita rela melepaskan yang terkasih dan terindah dalam hidup kita untuk menyenangkan hati Tuhan? Jika ya, maka bersiaplah menerima berkat-berkat luarbiasa dari Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
















