Switch to mobile site
Pendalaman Alkitab
Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus lahir dihati kita?

Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus...

Bagian I Seri Makna Natal Adakah Yesus lahir dihati kita? - Natal yang Kehilangan Makna- Bulan... [More...]

Masa Pencobaan
Apa yang memisahkan kita dari Kasih Kristus?

Apa yang memisahkan kita dari Kasih...

Roma 8:35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan... [More...]

Renungan Umum
Belajar dari kehidupan Gideon

Belajar dari kehidupan Gideon

Pagi ini saya sangat tersentuh dengan kisah Gideon yang diangkat Tuhan menjadi Hakim atas Israel.... [More...]

Kesaksian Pembaca
Renungan Lainnya
Tinggalkan Pesan
ShoutMix chat widget
Ads on: Special HTML

Ads on: Special HTML
Renungan Singkat
User Rating: / 0
PoorBest 

AnakKASIH YANG MULA-MULA

”Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:2-5)

 

 

Surat diatas ditujukan Tuhan Yesus kepada jemaat Efesus. Dari ayat diatas kita melihat bahwa orang efesus adalah orang yang setia melakukan pekerjaan Tuhan. Namun satu hal yang sangat disayangkan bahwa mereka melakukan pelayanan mereka bukan lagi didasarkan atas kasih kepada Tuhan melainkan hanya karena tugas dan rutinitas saja.

Tuhan melihat bukan hanya pada apa yang kita lakukan tapi hati kita, apakah kita melakukannya karena mengasihi Tuhan atau karena motivasi lain. Pelayanan kita tidak akan jauh beda dengan orang farisi dan ahli-ahli taurat kalau kita melayani Tuhan hanya didasari oleh kewajiban dan bukan karena kasih.

Kalau kita perhatikan dalan Efesus 2 : 1, surat ini khusus ditujukan kepada malaikat jemaat di Efesus. Ini menunjuk kepada pemimpin-peminpin umat Tuhan di Efesus. Tuhan mencela mereka karena mereka melayani tidak tidak lagi dengan kasih yang semula kepada Tuhan. Di ayat selanjutnya Tuhan juga mengingatkan mereka jika mereka tidak kembali mengasihi Tuhan seperti semula maka Tuhan akan mengangkat kaki dian mereka, dimana kaki dian itu adalah jemaat (Wahyu 1:20). Nubuat itu terwujut dimana sekarang orang kristen di efesus hanya tinggal sekitar 0.01% saja.

Sekarang ini sering kali kita menemukan perseteruan antar gereja. Gereja satu dengan yang lainnya saling mengejek, saling mencaci dan saling iri hati hanya karena jemaatnya berpindah ke gereja lain. Mereka menuduh bahwa gereja itu telah mencuri jemaat mereka. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya itu bukan jemaat mereka tetapi yang sebenarnya ialah jemaat Tuhan. Mereka tidak mengoreksi diri kenapa jemaatnya pindah kegereja lain. Saya percaya tidak satupun yang bisa terjadi didunia ini tanpa seijin Tuhan. Jika Tuhan tidak mengijinkan maka saya yakin jemaat itu tidak akan berpindah. Yang perlu sebenarnya adalah gereja tersebut harus koreksi diri. Apakah mereka melayani Tuhan masih dengan kasih yang semula atau hanya melayani karena sudah menjadi tugas dan kewajiban saja. Yang paling gawat kalau mereka sudah jatuh terjebak dalam rutinitas saja seperti yang tertulis dalam Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman:”Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,”

Ini adalah suatu peringatan bagi kita. Kita tidak ingin kaki dian itu diangkat dari kehidupan kita. Kita tidak ingin ada seorangpun yang terhilang. Mungkin kita telah mengawali hidup kekristenan kita dengan luarbiasa, Martin Luther pernah berkata awal yang baik adalah 50% dari kemenangan, namun pertanyaannya bagaimana kasih mula-mula kita hari-hari ini. Kasih kita kepada Tuhan tidak boleh luntur, tetapi harus semakin bertambah-tambah.

Lalu apakah yang dimaksud dengan kasih yang mula-mula itu? Dalam versi King James, kasih yang mula-mula ditulis dengan kata 'first love'. Kasih mula-mula adalah kasih yang kita miliki dan dan kita rasakan ketika kita baru mengalami pertobatan atau kelahiran baru. Semua orang Kristen yang mengalami pertobatan sejati pasti akan mengalami kasih yang mula-mula ini. Saat kita memiliki kasih mula-mula, kita begitu bersemangat dan berkobar-kobar bagi Tuhan. Setiap hari rasanya begitu penuh sukacita dan ingin memuji Tuhan selalu. Kemanapun kita pergi maka kita akan menyaksikan kebaikan dan kasih Tuhan kepada orang lain. Kita ingin orang lain juga bisa merasakan kebahagiaan yang kita alami saat itu.
Mungkin dulunya jemaat di Efesus pernah mengalami indahnya kasih yang mula-mula dan api kebangunan rohani yang luar biasa. Tetapi sekarang mereka sudah kehilangan kasih itu. Memang sekarang mereka tetap mengerjakan pelayanan Tuhan dengan tekun, tetapi mereka melakukan semuanya itu tanpa kasih. Tanpa sadar mereka melakukan pelayanan itu semata-mata karena program dan tuntutan manusia semata-mata ataupun karena sebuah kewajiban. Mereka tidak menempatkan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka. Mungkin mereka masih setia mencari wajah Tuhan, memiliki jam-jam doa dan melakukan saat teduh dengan Tuhan, tetapi semua itu bukan lahir dari kasih mereka kepada Tuhan melainkan hanya sekedar menunaikan kewajiban saja. Banyak gereja masa kini yang  keadaannya sama dengan jemaat di Efesus ini. Hati-hati, bila tidak bertobat maka Tuhan akan mengambil kaki dian kita.
Pertanyaannya sekarang, mengapa ada orang-orang yang bisa kehilangan kasih mula-mula?

1. Kekecewaan, sakit hati, kepahitan.
Luk 24:13-32, diceritakan ada 2 murid Yesus yang pulang ke kampung Emaus, pada hari dimana mereka mendengar tentang kebangkitan Yesus. Dalam perjalanan, mereka berdiskusi tentang kejadian hari-hari itu di Yerusalem, perkataannya menceritakan keajaiban Yesus, tapi perbuatannya/sikap hidupnya/kerohaniannya menurun! Karena dari Yerusalem (double damai sejahtera) ke Emmaus, jalannya menurun! Ketika mereka sedang asyik berbicara, Yesus hadir ditengah-tengah mereka, tetapi mereka tidak dapat mengenal Dia karena mata hatinya ditutupi oleh kekecewaan! Dalam keadaan kerohanian kita yang menurun; Dia mau hadir tapi seringnya kita tidak merasakan kehadiran-Nya karena hati yang kecewa, sakit hati, kepahitan dan hal-hal itu menutupi. Sesungguhnya mereka dalam keadaan kecewa karena apa yang mereka harapkan dari Yesus tidak terjadi (ay.21) Lalu Yesus menegur dengan keras! Masalah hati ini harus segera dibereskan, kalau tidak akan jadi racun yang mematiakn kerohanian kita sendiri. Ay.32, dikatakan bahwa hati mereka berkobar-kobar waktu Yesus berbicara tapi tidak cepat tanggap/lambat/tidak ada responnya. Ini sama dengan orang yang mendengar firman Tuhan terbakar rohnya tapi tidak ada tindakannya. Itu sebabnya perlu tubuh dan darah Yesus untuk membuka mata hatinya. Waktu hati kita bersih, kita bisa melihat, mengenal dan mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh! "Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Tuhan" Jaga hatimu dengan sungguh-sungguh! Maka semua kekecewaan akan lewat semuanya!

2. Cinta akan dunia
"Bila kita mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada didakam orang itu!" 1Yoh 2:15-17. Ikatan dengan dunia ialah keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, membuat kita sulit bertumbuh dan kehilangan kasih mula-mula. Contoh: Demas (teman sepelayanan Paulus) menigggalkan pelayanannya dan undur dari Tuhan karena mencintai dunia (2 Tim 4:10)

3. Kenyamanan/kemapanan hidup
Waktu kita belum punya apa-apa, cinta kepada Tuhannya luar biasa. Tapi setelah semuanya ada (bisnis, sekolah, pelayanan) yang terbaik/sudah mapan ini saat-saat dimana kita bisa kehilangan kasih mula-mula. Seperti anggur yang tidak pernah diolah, diaduk, digoncang dan dituang, tidak ada rasanya dan baunya tidak berubah. (Yer 48:11). Sebab itu perlu goncangan-goncangan untuk membuat kita tetap memiliki kasih mula-mula bahkan lebih! Jadi kalau saudara digoncang, ingat! Ucapkan syukur supaya tetap mempunyai kasih mula-mula!

4. Rutinitas
Membuat kebosanan/jenuh. Ada 3 wabah yang disebar iblis, di hari-hari akhir: Wabah jenuh, wabah patah semangat dan wabah merasa tidak penting. Hati-hatilah dengan virus yang membuat gereja menjadi lemah, lesu, letih,dsb. Semua tugas-tugas dilakukan dengan rutinitas, sehingga membuat kita tidak bergairah lagi, kasihnya menurun. Kehilangan gairah seperti pertama kali jatuh cinta sama Tuhan.

Adakah diantara kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula?
Apakah saudara merasa tidak ada sukacita lagi dalam mengikuti Tuhan? Mungkin saudara adalah seorang pelayan bahkan seorang Hamba Tuhan. Di hari minggu saudara melayani sebagai song leader atau berkotbah sebagai seorang pendeta atau guru sekolah minggu tetapi kehidupan rohanimu kering, haus dan kosong. Orang kristen yang melayani tanpa kasih mula-mula akan mudah merasa kering dan mudah putus asa dalam pelayanan dan dalam hidupnya. Saudara sibuk dengan segala bentuk pelayanan tetapi apa artinya kalau tanpa kasih mula-mula ? Satu hal yang perlu kita ketahui : Pelayanan kita tidak dapat menggantikan kasih kita kepada Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah kasih kita kepadaNya, yang Tuhan rindukan adalah pelayanan yang didasarin oleh kasih kita kepadaNya.

Hal utama yang dituntut Tuhan dari kita adalah menempatkanNya sebagai prioritas utama. Kita harus mengasihiNya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita, sebab ini merupakan hukum yang terutama.
Saudara-saudari yang kekasih dalam Kristus, Tuhan tidak mau kita terpuruk dalam kejatuhan yang dalam. Tuhan mau mengangkat kita keluar dari lobang kejatuhan itu. Itu sebabnya bagi kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula, ada 2 solusi yg Tuhan berikan :
Wahyu 2 : 5b “ Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. “

1.Bertobat. Bertobat dan berbalik dari kejatuhan kita, dan segera kembali kepada Tuhan.
2. Lakukan kembali apa yang sudah pernah kita lakukan.
Apa yg sudah pernah saudara lakukan dulunya ? Mungkin dulu saudara suka mencari wajah Tuhan, bersekutu dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa-doa kita, memiliki jam-jam doa, bahkan kita suka berdoa sampai berjam-jam lamanya, menyembah Tuhan dan merasakan hadiratNya, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Dan semuanya itu kita lakukan karna didorong oleh kobaran api kasih yang ada dalam hati kita, dalam hati kita ada satu gairah yag luar biasa, rasanya ada nyala api dan kobaran api yang tidak bisa dipadamkan oleh apapun, kita ingin mengasihiNya di setiap saat dan setiap waktu, dan kita ingin menyenangkan hatiNya di dalam setiap hal, begitulah kasih mula-mula yg kita miliki saat pertama kita mengenal Tuhan, saat kita dibaptis dan dipenuhi oleh Roh KudusNya. Tapi kini semuanya sepertinya sudah tinggal nostalgia…semuanya sudah berlalu…semuanya sudah berakhir…

Oh kalau itu yg sedang saudara alami saat ini, Tuhan mencela itu adalah satu kejatuhan, bahkan disebutkan kejatuhan yang paling dalam ! Mari, bangkitlah, kita memohon supaya Roh Kudus sekali lagi membaharui kasih kita, dengan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu, kita perlu memohon supaya Roh Kudus yang memberi kita kekuatan dan membaharui kasih kita kembali sehingga kita akan memiliki kasih itu kembali. Kita akan mengerjakan kembali apa yg sudah pernah kita kerjakan dahulu, dan itu didasarin karna kita mengasihi Tuhan.
Sebab sebenarnya Tuhan selalu terkenang dan teringat kepada kasih mula-mula yang pernah kita berikan kepadaNya, Tuhan selalu mengingatnya dan Tuhan selalu menantikan kita untuk bisa kembali meraih kasih mula-mula yang mungkin sudah sempat hilang dari hidup kita.

Saudara, kasih mula-mula itu sungguh luar biasa sampai-sampai Tuhan tidak dapat melupakannya, Tuhan selalu mengingatnya. Yeremia 2 :2b “ Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. “

Begitu luar biasa kasih mula-mula itu, sekalipun keadaan yang sedang dihadapi itu bagaikan padang gurun, negeri yg tiada tetaburannya, tidak ada yang bisa ditabur apalagi menuai ? Kalau tidak ada yang bisa ditabur berarti otomatis tidak ada juga yang bisa dituai. Tetapi sekalipun demikian kehidupan itu masih tetap bisa mengasihi Tuhan, kasihnya tak tergoyahkan oleh situasi yang ia hadapi. Kasih yg demikianlah yang akan selalu Tuhan ingat.
Tuhan katakan :  Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, itulah kasih mula-mula yang kita miliki yang akan selalu Tuhan ingat. Sebab kasih mula-mula itu bagaikan kasih seorang pengantin, kasih yang begitu luar biasa, yang begitu bergairah, penuh semangat dan tak dapat dihalangi oleh apapun termasuk oleh kesulitan hidup ini. Sekalipun padang gurun, itu bukan masalah bagi seorang pengantin untuk memberikan kasihnya kepada belahan jiwanya. Dan itulah yang Tuhan kehendaki dari kita untuk tetap memiliki kasih yang demikian.
Berbicara soal negeri yang tiada tetaburannya kita teringat kepada Naomi. Naomi pernah mengalami ini.

Rut 1  : 1-2a “ Pada zaman pada hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi…”

Kelaparan yang dihadapi Elimelekh dan Naomi itu bagaikan negeri yang tiada tetaburannya, tidak ada yang bisa ditabur dan dituai, tidak ada makanan, krisis makanan. Sayang sekali, karena situasi yang sulit itu membuat mereka meninggalkan Betlehem dan pergi ke negeri Moab. Sungguh disayangkan, jangan hanya karna persoalan hidup ini, hanya karna persoalan sandang pangan membuat kita meninggalkan Tuhan. Justru di saat kita menghadapi kesukaran hidup ini, di saat itulah iman kita sedang diuji apakah kita akan tetap mengasihi Tuhan ? Apakah kita akan tetap memiliki kasih yang mula-mula itu saat diperhadapkan pada kesulitan hidup ini ? Apakah hati kita masih berkobar-kobar untuk mengasihi Tuhan ? Apakah kita akan tetap setia mengikuti Tuhan ?

Tetapi Naomi tidak bisa mempertahankan kasihnya, karena kelaparan itu akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Betlehem dan menetap di daerah kafir, itulah daerah Moab. Moab itu menunjuk pada dunia, ini bagaikan seseorang yang mengalami kesulitan hidup, kasihnya mulai luntur dan sampai pada satu titik terendah kehidupan itu mulai meninggalkan Tuhan dan  berbaur dengan dunia. Akibatnya Naomi mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Sesampai di Moab, suaminya mati, kedua anaknya juga mati. Ia meninggalkan Tuhan hanya karena persoalan makanan, seharusnya ia harus percaya sepenuh pada kuasa Tuhan yang sanggup memelihara kita. Sebab arti dari Betlehem adalah rumah roti, itu berarti ada roti yang disediakan Tuhan, sekalipun ada kelaparan, Tuhan  sanggup memelihara kita, sebab Dia adalah Jehovah Jireh yang sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan termasuk soal makanan. Terbukti sewaktu di Moab Naomi mendengar bahwa Tuhan sudah memberikan makanan kepada umatNya.

Rut 1 : 6 “ Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umatNya dan memberikan makanan kepada mereka. “

Sekarang Naomi memutuskan untuk kembali ke Betlehem, tetapi kini ia pulang bukan lagi sebagai Naomi yang artinya manis atau kesukaan, tetapi sebagai Mara yang artinya pahit, susah atau sedih hati. Sebab ia sudah mengalami banyak kepahitan di saat ia meninggalkan Betlehem.

Rut 1 : 20 “ Tetapi ia berkata kepada mereka : “ Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. “

Saudara yang kekasih, jangan sesekali kita kehilangan kasih kita dan meninggalkan Tuhan hanya karena persoalan hidup ini. Sebab di luar Tuhan  yang ada hanyalah kepahitan, kekecewaan, kesusahan. Bahkan dikatakan dalam ayat 21 “ Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong Tuhan memulangkan aku. “ Naomi kehilangan segala-galanya, apa yang dia miliki ketika ia berangkat ke Moab, semuanya sudah tidak ada lagi, sebab di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Saudara yang kekasih, tetaplah setia mengikuti Tuhan walau apapun yang terjadi toh Tuhan bisa membuka jalan, akhirnya Betlehem kembali dipenuhi dengan kelimpahan makanan. Kesusahan yang kita alami mungkin hanya merupakan ujian bagi kita apakah kita bisa tetap mengasihi Tuhan dengan kasih yang mula-mula saat goncangan itu datang ?
Kalau Naomi tidak bisa mempertahankan kasihnya, tetapi berbeda dengan Rut. Rut, perempuan kafir, bangsa Moab tetapi kasihnya luar biasa. Kita juga bukan Israel sejati,  kita ini bangsa kafir yang sudah mendapat kemurahan untuk menerima keselamatan  yang dari Yesus Kristus. Untuk menyelamatkan kita dari dosa Tuhan sudah membuktikan kasihNya di atas kayu salib, bagaimana dengan kasih kita, apakah kita juga mengasihi Tuhan ?
Kasih Rut pernah diuji oleh Naomi, Naomi terus mendesak Rut untuk kembali kepada bangsanya, tetapi tekad  Rut sudah bulat, ia tetap ingin mengikuti Naomi pulang ke Betlehem. Kasihnya tidak dipengaruhi oleh situasi yang sedang ia hadapi, padahal saat itu ia sudah kehilangan suaminya, apa yang bisa dijanjikan oleh seorang Naomi yang sudah begitu tua, yang sudah tidak mungkin bisa melahirkan anak laki-laki baginya, sekalipun bisa masakan Rut akan menunggu sampai mereka dewasa ? ( Rut 1 : 12-13 ).

Sekalipun Orpa, iparnya sudah kembali kepada bangsanya, tetapi Rut tidak tergoyahkan, pendiriannya tetap, kasihnya bulat, imannnya teguh, tak tergoyahkan. Sekalipun saat itu ia punya alasan yang sangat kuat untuk pulang ke Moab, untuk tidak mengikuti Naomi tetapi Rut justru dengan tegas berkata : Rut 1 : 16-17 “ Tetapi kata Rut : “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; dimana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. "

Luar biasa ! Saudara, kasih yang demikianlah yang Tuhan dambakan dari kita dan akan Tuhan ingat selalu! Kalau kita berani membayar harga untuk setia mengikuti Tuhan, untuk setia mengasihi Tuhan, maka Tuhan juga tidak akan pernah mengecewakan kita. Kita lihat akhir hidup dari Rut, ia diberkati Tuhan, hidup nikahnya diberkati Tuhan, akhirnya Rut menikah dengan Boas, seorang yang kaya raya dan mereka melahirkan seorang anak yang bernama Obed. Nama Rut bahkan tercatat dalam silsilah Yesus Kristus dalam Injil Matius  1 : 5 “ Salmon memperanakkan  Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. “

Nama Rut masih tercatat dalam injil Matius, artinya kisah Rut tidak hanya terhenti sampai di kitab Rut saja, tetapi Tuhan selalu mengingatnya, karna apa ? Karna kasih yang ia miliki. Tuhan selalu teringat akan kasih yang dimiliki oleh Rut. Tuhan selalu teringat akan kasih yang kita berikan kepadaNya, dan Tuhan tidak pernah mengabaikan orang yang sungguh-sungguh mengasihiNya, amen sdr ?

Tetapi berbeda dengan Orpa. Kisah Orpa terputus dan terhenti hanya sampai pada Rut 1:14 “ Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, “
Sejak Rut 1:14  maka nama Orpa tidak pernah disinggung lagi, kisahnya hanya sampai di situ saja, namanya tidak pernah lagi disebutkan dalam Alkitab. Saudara, jangan sampai nama kita yang sudah tertulis di Kitab Kehidupan terhenti sampai detik ini saja hanya karena kita kehilangan kasih yang mula-mula. Mari kita pertahankan nama kita tetap ada dalam Kitab Kehidupan Tuhan sampai kita bertemu dengan Bapa, sampai Tuhan datang kembali pada kali yang kedua. Mari kita membuat Tuhan terkesan dan tertarik dengan kisah kehidupan kita lewat kita tetap mempertahankan kasih kita kepadaNya. Walau goncangan datang, walau kesulitan hidup datang menghadang, apapun persoalan hidup yang terjadi, mari kita tetap setia mengikuti dan mengasihi Tuhan sehingga tak dapat tidak Tuhan juga pasti akan membela dan memberkati kita !

Mari, milikilah kasih mula-mula itu kembali, seperti Rut yang tidak mengenal kata putus asa dan menyerah pada keadaan hidup, dan Tuhan terkesan sehingga itu menarik hati Tuhan untuk memberkati masa depan Rut. Hal yang sama juga akan terjadi, Tuhan akan memulihkan hidup kita asalkan kita memiliki kasih itu kembali.

Seperti yang terjadi pada kehidupan Petrus yang tercatat dalam Yohanes 21, dimana Petrus sempat kehilangan kasih mula-mula yang ia miliki. Seperti Naomi yang pergi ke Moab, Petrus juga sempat meninggalkan kasihnya yang mula-mula untuk kembali menjadi seorang nelayan. Tetapi tidak ada ikan yang ia dapatkan, malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.Sebab di luar Tuhan sungguh kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dan saat itu Tuhan Yesus datang kepadanya dengan memberi tiga pertanyaan yang sama : “ Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini ?

Tiga kali Yesus bertanya kepadanya : Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini ? Pertanyaan yang diberikan Tuhan Yesus telah menyadarkan Petrus bahwa ia harus memiliki kembali kasih mula-mula itu. Akhirnya dengan hati yang terharu, Petrus menjawab : Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.
Tiga kali Petrus menjawab : Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Hati Petrus sudah dibulatkan untuk tetap mengasihi Tuhan sampai kapanpun. Dan sejarah menuliskan akhir hidup dari Petrus, ia rela mati bagi Tuhan bahkan ia berkata ia tidak layak disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan Yesus, akhirnya ia disalibkan dengan terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Begitulah kasihnya pada Tuhan.
Apakah saudara mengasihi Tuhan ? Seperti Rut yang begitu mempertahankan kasihnya walau ia punya alasan yang kuat untuk kembali pada kehidupan lama ?                  
Apakah saudara mengasihi Tuhan ? Seperti Petrus yang dengan mantap menjawab : Benar Tuhan, aku mengasihi Engkau.     
Sekali lagi : “ Apakah saudara mengasihi Tuhan ? “  Tuhan sedang menantikan jawabanmu saudara….
Mari bangkitlah, dan raih kembali kasih kita yang sudah sempat hilang itu…

 

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Last Updated (Monday, 08 December 2008 01:23)

 

This content has been locked. You can no longer post any comment.

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
Renungan Populer
powered by camp26
Hits Counter
Sejak 5 Desember 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini670
mod_vvisit_counterKemarin1461
mod_vvisit_counterMinggu ini7590
mod_vvisit_counterMinggu lalu9570
mod_vvisit_counterBulan ini26526
mod_vvisit_counterBulan lalu48503
mod_vvisit_counterAll days1547814
We have: 11 guests, 7 bots online
Your IP: 38.107.179.209
 , 
Today: May 19, 2012
Secure Certificate
SiteLock
Ads on: Special HTML
Facebook Page

Ads on: Special HTML
Follow us on Twitter
Powered by Twitter Fan Box & Pizcar