Jangan bersandar pada pengertian sendiri
| Renungan Umum |
Jangan Bersandar pada pengertian sendiri
Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.Ada dua hal yang menjadi inti dalam ayat ini, yaitu percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan jangan bersandar kepada pengertian sendiri. Dua kalimat ini memiliki hubungan yang sangat berbeda antara satu dan yang lainnya. Orang yang bersandar pada pengertiannya sendiri tidak akan pernah percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Itulah sebabnya Tuhan tidak menginginkan kita percaya kepada pengertian sendiri karena Tuhan ingin kita sepenuh hati percaya kepada-Nya.
Asa, adalah seorang raja yang pernah memerintah Yehuda yang mengalami kedua hal ini. Pada awal mula pemerintahannya dia percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Namun dipenghujung pemerintahannya dia bersandar pada pengertian sendiri dimana tentunya hasil keduanyapun berbeda. Ketika Asa percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati muzizat terjadi dimana Kerajaan Yehuda dapat mengalahkan sejuta orang tentara Etiopia ditambah tigaratus kereta tempur hanya dengan limaratus delapan puluh ribu pasukan. Kalau boleh kami katakan pertempuran tidak seimbang yaitu 1 lawan 2 ditambah lagi peralatan tempur dari tentara Etiopia lebih canggih. Itu dapat kita baca di II Tawarikh 14:8-9. Bila bisa menang bukankah itu muzizat dari Tuhan? Inilah doa raja Asa ketika bersandar kepada Tuhan:
II Tawarikh 14:11 Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: "Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya TUHAN, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya TUHAN, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!"
Dan hasilnya dapat kita baca pada ayat dibawah:
II Tawarikh 14:12-13 Dan TUHAN memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda. Orang-orang Etiopia itu lari, lalu dikejar oleh Asa dan laskarnya sampai ke Gerar. Dari orang-orang Etiopia itu amat banyak yang tewas, sehingga tidak ada yang tinggal hidup, karena mereka hancur di hadapan TUHAN dan tentaranya. Orang-orang Yehuda memperoleh jarahan yang sangat besar.
Hasilnya luar biasa! Asa bukan saja mengalahkan tentara Etiopia yang besar jumlahnya. Sebagai bonus Asa juga mendapat Harta jarahan yang melimpah. Jadi benarlah apa yang tertulis pada firman Tuhan dibawah ini:
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Lalu bagaimana ketika Asa bersandar pada pengertian sendiri? Itulah awal dari kejatuhannya. Ketika Asa bersandar pada pengertian sendiri, Asa tidak datang mencari pertolongan kepada Tuhan. Asa pergi mencari pertolongan kepada dunia ini yaitu kepada raja Aram. Mengapa demikian? Karena ketika kita bersandar pada pengertian sendiri, kita akan cenderung memandang kepada hal-hal yang jasmani yaitu hal-hal kelihatan. Hal itu terjadi ketika Asa mendapat ancaman dari Raja Iarael, Baesa. Raja Israel itu menyusun strategi untuk melumpuhkan dan menguasai kerajaan Yehuda. Asa yang telah bersandar pada pengertian sendiri lupa kepada perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib yang pernah dialaminya. Itulah bahayanya kalau kita bersandar pada pengertian sendiri. Kita tidak ingat dan percaya lagi pada muzizat-muzizat yang pernah terjadi. Raja Asa mulai hitung-hitungan dan dia menyadari dua suku lawan sepuluh suku tentulah tidak seimbang. Yang menyedihkan dia bukannya mencari Tuhan seperti yang pernah ia lakukan ketika menghadapi kerajaan Etiopia dulu. Ia malah datang kepada raja aram meminta pertolongan. Dan yang paling menydihkan, raja Asa harus membayar pertolongan raja Aram dengan harta benda yang ada dalam rumah Tuhan. Itu kita temukan pada ayat dibawah:
II Tawarikh 16:2 Lalu Asa mengeluarkan emas dan perak dari perbendaharaan rumah TUHAN dan dari perbendaharaan rumah raja dan mengirimnya kepada Benhadad, raja Aram yang diam di Damsyik dengan pesan:.......
Itulah konsekuensi kalau meminta pertolongan kepada dunia ini. Kita akan mengorbankan hal-halĀ yang rohani selain kita membayarnya dengan diri kita sendiri seperti pada ayat diatas. Dan sebagai konsekuensinya, Tuhan mencabut damai sejahtera dari kerajaan Yehuda. Sejak saat itu aman tenteram hilang dari tanah Yehuda diganti dengan peperangan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
II Tawarikh 16:9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."
Itulah sebabnya saudaraku mengapa terkadang kita tidak merasa damai sejahtera. Itu karena kita bersandar pada pengertian sendiri dimana sebagai akibatnya Tuhan mencabut damai sejahtera dari hidup kita. Maka dari itu marilah kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati maka kita akan merasakan damai sejahtera yang dari Tuhan.
Saudaraku, walaupun raja Asa telah berdosa denangan mengandalkan penertiannya sendiri,Tuhan mengasihinya dengan memberikan dia kesempatan untuk bertobat. Suatu kali Asa mengalami penyakit di kakinya. Melalui sakit penyakit itu Tuhan berharap raja Asa datang kepada-Nya dan bersandar kepada-Nya. Namun ternyata raja Asa tidak bertobat juga, ia masih tetap bersandar pada pengertian sendiri dengan mengandalkan para tabib dan akhirnya penyakit itu membawa kematian baginya. Itu kita temukan pada ayat dibawah:
II Tawarikh 16:12-13 Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib. Kemudian Asa mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya. Ia mati pada tahun keempat puluh satu pemerintahannya,
Maka genaplah apa yang tertulis pada ayat dibawah.
Yeremia 17:5-6 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Oleh sebab itu, agar kita tidak mengalami muzizat-muzizat setiap hari dan tidak mengalami apa yang di alami raja Asa pada akhir hidupnya, marilah kita percaya dan bersandar sepenuhnya pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Oleh sebab itu, agar kita tidak mengalami muzizat-muzizat setiap hari dan tidak mengalami apa yang di alami raja Asa pada akhir hidupnya, marilah kita percaya dan bersandar sepenuhnya pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

















