Renungan hari ini:
Rahasia dibalik perkataan “Diam! Tenanglah”(Lanjutan...)
Markus 4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Renungan ini adalah lanjutan dari renungan kemarin yang berjudul Kuasa sepatah kata “Diam! Tenanglah”. Mengapa perkataan Yesus “Diam! Tenanglah” begitu berkuasa membuat gelombang tenang?. Mengapa perkataan “Diam! Dan Tenanglah” juga berkuasa membuat gelombang yang mengguncang bahtera hidup kita menjadi tenang?. Apa rahasia dibalik perkataan “Diam” dan “tenanglah” itu?. Untuk mengetahui rahasianya mari kita perhatikan ayat dibawah:
Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
Dari ayat ini dapat dilihat bahwa di dalam “diam” ada kekuatan kita. “Diam” membuat kita disegani, tetapi orang yang suka membuat keributan akan direndahkan. “Diam” membuat kita tidak salah langkah. Diam membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak. Tahukah anda berapa banyak masalah yang ditimbulkan oleh orang yang kasak-kusuk, terlebih mulut yang bocor?. Tahukan anda berapa banyak bencana yang di timbulkan oleh mulut yang tidak di kunci?. Kekerasan kerap kali terjadi karena mulut tidak dikendalikan. Pertengkaran dan cekcok dalam keluarga kerap kali dikarenakan minimal salah satu pihak tidak mengunci mulutnya. Saya yakin, jika salah satu bahkan lebih baik lagi jika dua pihak bisa menahan diri, diam dan mengunci mulut, pastilah percekcokan tidak akan menjadi besar.
Amsal 21:23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Lalu apa pula rahasia dibalik perkataan “tenanglah”?. Tenang membuat kita bisa bepikir jernih sehingga tidak buru-buru dalam bertindak. Orang yang tidak tenang cenderung mengambil keputusan yang terburu-buru dan akibatnya keputusannya salah dan fatal. Terlebih lagi, orang yang tenang tidak akan bisa berdoa. Mari kita perhatikan ayat dibawah:
I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Jadi, mengapa kita harus tenang? Supaya dapat berdoa. Doa adalah sarana komunikasi kita dengan Allah yang adalah sumber kekuatan kita. Dengan Allah dipihak kita maka semua masalah akan menjadi beres. Bagaimana dapat berhubungan dengan Allah kalau kita tidak berdoa?. Bagaimana bisa berdoa kalau hati tidak tenang? Jadi, dengan hati yang tenang maka kita dapat berdoa. Oleh sebab itu dengan “Diam! Tenanglah” akan menghindarkan kita dari masalah yang dapat menyulitkan hidup kita..
Doa:
Tuhan Yesus, ajar kami untuk menjadi “Diam” dan “Tenang”. Karena kami tahu dengan “diam” terletak kekuatan kami dan didalam “tenang” kami dapat berdoa kepada Bapa. Tolonglah kami dalam setiap pergumulan hidup kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
Last Updated (Wednesday, 23 December 2009 21:36)
This content has been locked. You can no longer post any comment.