Renungan hari ini:
Kuasa sepatah kata “Diam! Tenanglah”
Markus 4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Ayat ini adalah potongan dari kisah “Angin ribut diredakan”. Suatu ketika Yesus dan murid-muridnya menaiki perahu bertolak ke seberang Danau menuju daerah Gerasa. Ketika mereka berada di tengah Danau, tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk kedalam perahu, sehingga perahu penuh dengan air. Kisah ini dapat kita temukan di tiga injil yaitu, Matius, Markus dan Lukas. Saya yakin bukan kebetulan kisah ini dituliskan pada ketiga kitab tersebut, kisah ini pastilah sangat perlu duntuk disampaikan kepada umat Tuhan
Saya mencoba membayangkan apa yang sedang terjadi dan mereka lakukan pada saat itu. Murid-murid pasti sibuk dengan segala kemampuan mereka untuk menyelamatkan perahu. Petrus murid Yesus yang paling senior, sebelum dia ikut Yesus dia adalah seorang nelayan yang sangat berpengalaman pasti sibuk sekali memberi aba-aba dan instruksi. Namun segala usaha mereka sia-sia. Air tetap masuk dan perahu hampir penuh dengan air. Mereka terancam bahaya! Sedikit lagi perahu akan tenggelam sementara itu Yesus tengah asyik tidur di buritan kapal. Pertanyaan saya, apakah Yesus tidak terusik dengan keributan yang terjadi di kapal? Apakah suara hiruk-pikuk badai tidak membuatnya terbangun, atau apakah panggilan murid-muridnya lebih keras dari hiruk pikuk badai sehingga membangunkan-Nya? Apakah Yesus tidak mengetahui bahaya itu? Saya yakin Yesus sebenarnya tidak tertidur, Dia pasti mengetahui bahaya yang mengancam mereka. Yesus membiarkan dirinya tertidur karena ingin melihat reaksi murid-muridNya. Dia ingin melihat murid-muridNya datang dan berseru kepadaNya. Dan benar, ketika perahu mereka hampir tenggelam, murid-murid datang dan berseru.. Yesus bangun dan dengan sebuah kalimat “Diam! Tenanglah!” angin ribut diredakan.
Dari kisah ini dapat kita lihat bahwa pengalaman masa lalu dan keahlian tidak dapat menyelesaikan masalah. Ini juga membuktikan hiruk pikuk dan cara-cara manusia tidak menyelesaikan masalah. Justru cara-cara itu membuat mereka letih karena banyak menguras tenaga. Seandainya dari awal munculnya badai mereka berseru kepada Yesus pasti mereka tidak selelah itu. Lalu bagaimana seandainya mereka tidak berseru meminta pertolongan kepada Yesus? Perahu mereka pasti tenggelam...
Saudaraku, badai apa yang sedang menerjang perahu kehidupanmu saat ini? Penyakitkah? Kesulitan ekonomikah? Ketidakharmonisan keluargakah atau lain sebagainya, mari berseru kepada Yesus. Jangan biarkan Yesus tertidur di buritan perahumu. Jangan biarkan Yesus ada di belakang, mari berseru kepadaNya, pasti dia akan segera menghampiri hidupMu. Jangan andalkan kekuatan sendiri, engkau akan kelelahan tanpa penyelesaian, jangan biarkan air sampai memenuhi perahumu karena engkau akan tenggelam. Mari panggil Dia, dan dengan satu kalimat “Diam! Tenanglah!” maka badai dalam kehidupanMu akan berlalu.
Doa:
Tuhan Yesus tolonglah kami dalam setiap pergumulan hidup kami. Kami yakin bahwa dengan satu patah kata “Diam! Tenanglah!” itu cukup meredakan badai yang melanda kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin...