Jangan biarkan ketakutan menguasai kita
Mazmur 56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
Adalah wajar jika setiap manusia mempunyai rasa takut. Rasa takut bila diletakkan pada tempat yang benar sangat bermanfaat. Sewaktu mengemudi kendaraan, rasa takut dapat membuat kita lebih berhati-hati sehingga terhindar dari kecelakaan. Rasa takut dapat juga menghindarkan kita dalam mengambil keputusan yang salah dalam bisnis. Rasa takut juga dapat membawa kita hidup dalam kehendak Tuhan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika rasa takut itu menjadi berlebihan dan tidak pada tempatnya serta menguasai kita. Rasa takut yang berlebihan membuat bisa membuat kita kehilangan kendali atas diri dan mengakibatkan kita melakukan tindakan-tindakan yang salah.
Suatu ketika Saul menghadapi tekanan yang berat, dia sedang menghadapi tentara Filistin yang besar bahkan di dalam I Samuel 28 :5 dikatakan Saul takut dan hatinya sangat gemetar. Artinya Saul sangat ketakutan. Saul mencoba bertanya kepada Tuhan, namun Tuhan tidak menjawab. Saul semakin dikuasai ketakutan, akhirnya dia mengambil keputusan yang salah yaitu mendatangi seorang perempuan pemanggil arwah. Hal itu semakin menambah daftar dosanya dimata Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah karena permohonannya tidak dijawab berarti bahwa Tuhan sudah tidak peduli lagi terhadap Saul?
Satu hal yang saya perhatikan adalah bahwa Saul adalah orang yang kurang memiliki kesabaran. Ketidaktaatan pertama Saul yang menyebabkan dia di tolak menjadi raja adalah karena tidak sabar menunggu kedatangan Samuel dimana Saul mempersembahkan sendiri korban bakaran yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh Imam (Samuel). Akibatnya dia melanggar kekudusan Tuhan.
Saat ini ada juga orang Kristen melakukan apa yang dilakukan oleh Saul, ketika menghadapi suatu keadaan sulit misalnya sakit penyakit, tak jarang mereka pergi mencari orang “pintar" untuk mendapatkan pertolongan. Ketakutan akan kematian membuat mereka pergi kejalan yang sesat dan menjadi tawanan setan. Ketika ditanya kenapa mereka melakukan itu tidak jarang Tuhan yang di persalahkan.Alasannya, kami sudah melakukan segala upaya, kami sudah banyak habis biaya untuk berobat bahkan kami juga sudah memanggil hamba Tuhan untuk berdoa, tetapi tidak sembuh-sembuh juga. Tuhan tidak menjawab doa kami. Maka terpaksalah kami pergi mencari orang "pintar”.
Seorang pelayan Tuhan pernah bercerita kepada saya bahwa ia pernah pernah “jatuh” karena ketakutan. Dulu dia memiliki seorang anak perempuan. Anaknya itu sering kali keluar masuk rumah sakit. Sebagai orang tua tentunya ia amat takut terjadi sesuatu pada anaknya. Ketika ketakutan menguasainya datanglah bisikan-bisikan sesat dari sekelilingnya yang menyuruh dia membawa anaknya ke orang pintar. Ketakutan membuat dia kehilangan iman dimana akhirnya dia membawa anak itu kepada orang “pintar’ dan melakukan semua apa yang diminta orang pintar itu. Namun apa yang terjadi? Anaknya bukan menjadi sembuh, bahkan penyakit anaknya semakin parah dan tidak berapa lama kemudian anak itu kembali ke pangkuan Bapa di surga.
Saudaraku, pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah jangan biarkan ketakutan menguasai kita. Ketakutan yang berlebihan membuat iman kita lemah. Ketakutan yang berlebihan membuat kita tidak percaya lagi kepada Tuhan dan ketakuta yang berlebihan membuat kita mengambil keputusan yang salah.
Daud seorang pahlawan yang gagah perkasa. Namun suatu kali ia pernah ketakutan ketika ia di tangkap oleh orang filistin dan dihadapkan kepada Akhis raja orang Gat. Ketika itu Daud sangat ketakutan sekali sehingga dia berpura-pura gila. Ketakutan telah membuat Daud lupa akan Tuhan yang selama ini menolong dia. Dia lebih memilih mengatasi masalahnya dengan caranya sendiri dari pada mengandalkan Tuhan. Ini kita temukan pada I Samuel 21:10-15. Namun, akhirnya Daud cepat menyadari kesalahannya. Dia sadar bahwa cara itu tidak akan pernah menolongnya untuk lepas dari tekanannya. Akhirnya dia bertobat dan doa pertobatannya dapat kita lihat pada ayat dibawah :
Mazmur 56:1-5 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Daud kembali mengandalkan Tuhan dan Tuhan melepaskan dia dari segala kesulitannya dan bahkan Daud dapat tinggal berdampingan dengan Akhis raja Gat. Oleh sebab itu jangan biarkan rasa takut berkuasa atas kita. Ketika rasa takut itu datang mari menguatkan dan meletakkan kepercayaan kita hanya kepada Tuhan.
II Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Tuhan Yesus memberkati. Amin