Mengelola Keuangan dengan benar
| Renungan Harian Kristen |
Mengelola Keuangan dengan benar
Yesaya 55:2a Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?
Salah satu tantangan terberat dalam kehidupan anak-anak Tuhan adalah dalam hal keuangan. Banyak anak-anak Tuhan yang sukses dalam pelayanan namun tidak sukses dalam hal keuangan. Saya katakan tidak sukses bukan berarti miskin, pengangguran dsb. Mereka punya pekerjaan, penghasilan baik, tetapi tidak mampu mengelola keuangan dengan benar sehingga selalu berkekurangan. Akibat selanjutnya adalah hutang sana-sini yang akhirnya tidak menjadi berkat bagi orang-orang yang mengenalnya bahkan mungkin saja malah menjadi bahan olok-olokan. Akibatnya nama Tuhan tidak di permuliakan melainkan di permalukan.
Kita perhatikan bahwa kebutuhan hidup manusia dewasa ini begitu tinggi. Dahulu yang menjadi kebutuhan primer adalah sembako namun sekarang banyak yang dahulu di kategorikan kebutuhan sekunder sekarang menjadi kebutuhan primer. Arus perubahan model begitu cepat mengakibatkan mereka yang terjebak didalamnya memiliki pengeluaran yang begitu tinggi. Oleh sebab itu berhati-hatilah jangan sampai masuk dan terjebak dalam arus itu, sebab itu bisa berbahaya bagi iman kita.
Firman Tuhan pada Yesaya 55:2a diatas dapat menjadi acuan bagi kita untuk dapat mengelola keuangan dengan benar. Kalau kita perhatikan, pengeluaran yang terbesar saat ini bukan lagi untuk membeli makanan tetapi untuk kebutuhan “lifestyle” misalnya pakaian yang senantiasa ikut model terbaru dan lain sebagainya.
Salah satu trend lifestyle saat ini adalah Kartu Kredit. Dewasa ini orang yang tidak memiliki kartu kredit akan dikatakan sudah ketinggalan jaman. Satu kartu kredit saja rasanya tidak cukup maka jangan heran kalau ada yang memiliki kartu kredit sampai tiga, empat bahkan lebih.
Saya tidak mengatakan Kartu Kredit itu salah, kartu kredit sangat membantu dan memudahkan kalau dipergunakan dengan benar. Tetapi kalau pemakainya tidak bisa menguasai diri maka kartu kredit bisa menjadi masalah besar, terlebih bagi mereka yang gampang jatuh dalam iming-iming. Kemudahan dan promo yang ditawarkan membuat mereka tergoda untuk membeli suatu benda yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tawaran dan promo yang begitu menggoda membuat mereka tidak perhitungan sewaktu membeli apakah mereka sanggup membayar atau tidak. Yang penting beli dulu, urusan pembayaran nantilah. Bahkan ada pula anak Tuhan yang mempergunakan iman sebagai perisai. Dia berkata begini “Aku yakin pasti sanggup membayar, Tuhan pasti tidak akan membiarkan aku dipermalukan”. Ditambah lagi dia berkata begini “Aku mengklaim janji Tuhan yang mengatakan orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan menjadi peminta-minta”.
Pada awalnya mungkin tidak terasa, tetapi begitu tagihan tiba mulailah kebingungan dan stress. Pikiran mulai tidak tenang, dan mulai pinjam sana-sini. Ada pemecahan lain? Ada! urus kartu kredit dari bank lainnya, tarik dana dari kartu kredit tersebut, kemudian bayarkan tagihan kartu kredit yang pertama. Maka mulailah hidup dalam gali lubang tutup lubang. Akibatnya kehidupan semakin tidak tenang, hutang semakin menumpuk dimana-mana.
Saudaraku, untuk menghindari hal itu agar tidak terjadi maka di butuhkan penguasaan diri. Pergunakanlah uang sebagaimana mestinya. Jangan membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita dibutuhkan. Pergunakanlah uang untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan. Sehingga kita tidak terjebak dalam arus kehidupan dunia yang begitu menghanyutkan.
I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Tuhan Yesus memberkati.
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

















Comments
RSS feed for comments to this post