Iman timbul dari pendengaran
| Renungan Harian Kristen |
Iman timbul dari pendengaran
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, itulah yang dikatakan oleh kitab Ibrani. Walau kita tidak melihat kita percaya bahwa surga dan neraka itu ada. Walau kita tidak melihat, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan itu ada.Walau kita tidak menyaksikan, dengan iman kita percaya bahwa Yesus itu telah mati di kayu salib dan telah dibangkitkan dari antara orang mati. Walau itu tidak masuk akal, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan sanggup mendatangkan mujizat. Dengan iman kita dapat melihat bahwa kita telah sembuh walaupun kita sedang sakit. Percaya kepada Tuhan tetapi karena hal-hal logika semata bukanlah percaya karena iman. Mengharapkan sesuatu yang di lihat bukanlah pengharapan karena iman.
Orang Kristen sejati adalah orang Kristen yang memiliki iman. Jika ada orang yang menyatakan dirinya Kristen tetapi tidak percaya ada surga dan neraka, dia bukanlah orang Kristen sejati. Jika ada orang yang menyatakan dirinya Kristen namun tidak percaya mujizat dia bukanlah Kristen sejati, dia adalah Kristen logika. Sebab dalam pikirannya tidak mungkin sembuh kalau tidak berobat. Secara logika memang benar, kalau tidak berobat pasti tidak sembuh tetapi logika menghambat mujizat Tuhan untuk bekerja. Yesus tidak banyak melakukan mujizat di kampung halamannya karena orang-orang yang berada dikampung halamannya itu berpikir secara logika, mereka merasa mengenal Yesus, siapa orang tuanya dan siapa saudara-saudaranya. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Matius 13:54 -58 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
Lalu bagaimana supaya kita memiliki iman? Jawabnya telah jelas pada ayat pembuka diatas. Iman tumbuh dari mendengar firman Kristus. Firman Kristus adalah firman kebenaran yang berasal dari Kristus yang disampaikan oleh para pelayan-pelayan dan hamba-hamba Tuhan. Maka dari itu kita perlu membuka telinga lebar-lebar bagi setiap penyampaian firman. Dengarlah setiap kotbah hamba Tuhan dengan serius, jangan tidur. Ada orang datang ke gereja hanya untuk tidur karena kotbah adalah sesi yang paling mengasikkan dan enak untuk tidur. Mungkin dirumah dia tidak bisa tidur, itulah sebabnya dia datang ke gereja agar bisa tidur, setidaknya selama kotbah berlangsung
.Ada sebuah ilustrasi menyatakan bahwa Iblis sekarang ini sudah tidak lagi berusaha menghalangi orang Kristen datang ke gereja. Iblis malah membiarkan, namun ketika firman Tuhan disampaikan, iblis akan menutu telinga dan mengipas-ngipas mata orang Kristen tersebut agar ngantuk dan tertidur. Nah, ketika orang Kristen itu tertidur, iblis sangat senang karena orang tersebut pasti imannya tidak tumbuh.
Saudara, Iblis tidak takut kepada orang Kristen, tetapi Iblis takut kepada Imannya orang Kristen, kenapa? Karena Iblis dapat di kalahkan dengan iman yang teguh. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
I Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Itulah sebabnya orang Kristen harus memiliki iman, sebab dengan iman kita dapat mematahkan dan menghancurkan siasat dan kuasa iblis. Tanpa memiliki iman jangan coba-coba masuk dalam peperangan rohani karena akan dipermalukan dan menjadi bulan-bulanan Iblis. Dalam alkitab itu terjadi pada anak-anak Skewa, mereka sangat dipermalukan dan menjadi bulan-bulanan setan karena coba mengusir setan walau mereka tidak memiliki iman. Kisahnya dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Kisah Para Rasul 19:13-17 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.
Oleh sebab itu kita sebagai orang Kristen harus memiliki iman yang bertumbuh. Sebab dengan iman kita dapat mengalami mujizat, dengan iman kita dapat melakukan perkara-perkara yang ajaib. Dan dengan iman itu kita dapat mengalahkan dan menghancurkan kuasa setan. Orang yang tidak memiliki iman akan menjadi bulan-bulanan setan sebab mereka adalah orang yang lemah. Setan, ketika melihat orang yang tidak beriman adalah sama seperti melihat makanan yang lezat dan empuk untuk dimakan. Untuk dapat memiliki iman yang bertumbuh maka mari membuka telinga lebar-lebar pada setiap firman Tuhan yang disampaikan. Dengan demikian maka kita menjadi prajurit Kristus yang tangguh, kuat dan teguh di dalam iman. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
















