Switch to mobile site

Meneladani Pelayanan Yesus (Bag. 4) : Belajar dari Pencobaan II "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,”

User Rating: / 0
PoorBest 

Meneladani Pelayanan Yesus (Bag. 4) :

 

Belajar dari Pencobaan II  "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,”

 

Matius 4:5-6 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Setelah gagal dalam pencobaan pertama terhadap Tuhan Yesus, Iblis tidak menyerah. Untuk kedua kali Iblis berusaha mencobai Tuhan Yesus namun dengan metode yang berbeda. Setelah gagal dalam pencobaan yang pertama, iblis menyadari bahwa padang gurun telah mengubah Yesus menjadi manusia yang rohaniah, itu terlihat dari jawaban Yesus yang mengacu kepada firman Tuhan. Jawaban Yesus yang mengatakan “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” dikutip dari Kitab Ulangan 8:3. Oleh sebab itu iblis mengubah taktiknya dengan pendekatan rohaniah (seolah-olah rohaniah). Iblis mencobai Yesus dengan mengutip firman Tuhan dari Mazmur 91:11-12. Oleh sebab itu berhati-hatilah Saudaraku, kita harus memiliki karunia membedakan roh, sebab tidak semua hal-hal yang kelihatannya rohani berasal dari Tuhan.

Saudaraku, ada 3 hal yang akan kita bahas dalam topik kedua ini, yaitu:

1.    Jangan menggunakan firman Tuhan menjadi alasan tidak melakukan firman Tuhan yang lain.

Dalam Matius 4:5-6 diatas kita melihat bahwa Iblis mencobai Yesus dengan meminta Yesus menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah dengan alasan ada firman Tuhan yang menuliskan bahwa Tuhan akan memerintahkan malaikat-malaikatnya menatang Yesus sehingga kakinya tidak terantuk batu. Namun Yesus menjawab "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah dengan menggunakan firman Tuhan Iblis berusaha menjadikan Yesus pelanggar firman Tuhan. Hal yang sama pernah terjadi jauh hari sebelumnya. Iblis belajar dari pengalamannya ketika berhasil menjatuhkan Adam kedalam dosa. Pada zaman Tuhan Yesus hal yang sama juga terjadi. Para Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menjadikan firman Tuhan alasan untuk tidak melakukan kewajiban yang diperintahkan oleh firman Tuhan lainnya. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

Matius 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Dari ayat ini kita melihat bahwa orang Farisi dan Ahli Taurat giat melakukan firman Tuhan mengenai persepuluhan namun mereka tidak melakukan firman Tuhan yang berkata “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Mengapa mereka dikatakan tidak melakukan kasih? Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Markus 7:11-12 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.

Dari ayat ini kita melihat bahwa dengan alasan memberi persembahan kepada Allah, orang-orang farisi tidak mewajibkan lagi mereka yang melakukannya bertanggung jawab atas kehidupan orang tuanya. Dengan demikian karena alasan melakukan firman Tuhan, mereka membiarkan orang melanggar firman Tuhan yang lain yaitu hormatilah orang tuamu.

Demikian pula halnya saat ini, sering kali firman Tuhan di jadikan alasan untuk tidak melakukan firman Tuhan yang lain. Kalau pada Matius 23:23 diatas ahli-ahli Taurat dan orang farisi giat membayar persepuluhan namun tidak melakukan hukum kasih, sekarang malah kebalikannya. Banyak orang Kristen yang tidak melakukan firman Tuhan mengenai persepuluhan dengan alasan bahwa yang terutama Tuhan tuntut adalah kasih. Jika halnya demikian apa bedanya kita dengan orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat tersebut diatas? Kita tidak boleh lupa bahwa kasih itu ada dua yaitu kasih kepada sesama manusia dan kasih kepada Tuhan. Dengan tidak membayar persepuluhan membuktikan bahwa kita tidak mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu berhati-hatilah, jangan menggunakan firman Tuhan sebagai alasan untuk tidak melakukan firman Tuhan lainnya. Ingatlah selalu apa yang tertulis pada bagian akhir dari Matius 23:23 diatas yang berbunyi “yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan”.

2.    Mari menghargai Kebaikan dan kasih karunia Tuhan.
Matius 4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Kita perhatikan pada ayat diatas, iblis berusaha meyakinkan Tuhan Yesus bahwa Allah itu baik. Kalau Yesus itu anak Allah pasti Tuhan akan menopang-Nya ketika Ia jatuh sehingga kaki-Nya tidak akan terantuk batu karena Tuhan itu sangat mengasihi Anak-Nya.

Saudaraku, Yesus tahu benar bahwa Bapa itu baik dan penuh kasih, bahkan Bapa sendiri pernah menyatakan langsung ketika Yesus dibabtis dengan berkata “inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” namun Yesus juga mengasihi Bapa, itulah sebabnya Ia tidak mau menyakiti hati Bapa. Seandainya Yesus mau menuruti kehendak iblis dengan menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah, maka apa yang dibuat Yesus itu bukan saja mencobai Tuhan, tetapi juga menunjukkan bahwa Yesus ragu bahwa Bapa itu mengasihinya oleh sebab itu harus dibuktikan. Bukankah hal yang demikian menyakiti hati Bapa? Itulah sebabnya mengapa Yesus tidak mau menuruti perintah Iblis, sebab selain Ia tidak mau tunduk kepada Iblis, Ia juga tidak perlu membuktikan kasih Bapa kepada-Nya.

Demikian juga halnya dengan kita. Kita tidak perlu membuktikan kasih Tuhan dengan menjatuhkan diri kedalam Dosa. Tuhan Yesus sudah membuktikan kasih-Nya kepada kita dengan rela mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Apa lagi yang harus kita ragukan? Mari menghargai kasih dan kebaikan Tuhan dengan tidak menjatuhkan diri kedalam dosa sebab kita tidak perlu melakukan dosa lagi demi membuktikan kasih karunia Tuhan. Mari menghargai kasih karunia Tuhan.

Roma 6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

3.    Iblis mengetahui isi firman Tuhan namun tidak menjadi pelaku firman.
Melihat firman-firman Tuhan yang digunakan Iblis untuk mencobai Yesus membuktikan bahwa Iblis tahu seluruh isi firman Tuhan. Bahkan iblis tahu letak firman itu di kitab apa. Itu menunjukkan bahwa iblis juga membaca firman Tuhan karena tidak mungkin ia tahu kalau tidak membacanya. Itulah sebabnya ketika kita menggunakan firman untuk menyerangnya, ia gemetar dan lari. Karena ia tahu bahwa firman itu benar-benar berasal dari Allah. Namun yang sangat di sayangkan adalah iblis mengetahui firman akan tetapi tidak menjadi pelaku firman. Iblis membaca firman Tuhan bukan untuk dilakukan melainkan hanya sebatas menambah pengetahuan saja. Maka dari itu, jika kita mempelajari firman Tuhan hanya untuk menambah pengetahuan saja, apa bedanya kita dengan dia?

Saudaraku, dari kisah ini kita melihat bahwa iblis mempelajari firman hanya untuk sebatas pengetahuan saja yang mana nantinya firman itu digunakan untuk mencoba menjatuhkan Yesus. Bukankah hal yang demikian juga sering terjadi saat ini? Ada orang yang menggunakan firman Tuhan untuk mencari kesalahan dan menyerang orang lain. Firman Tuhan dipakai bukan untuk membangun melainkan menghakimi orang lain. Sebagai akibatnya orang yang dihakimi bukannya semakin bertumbuh dalam Tuhan tetapi semakin jatuh dan hancur dalam dosa. Firman Tuhan bukan di jadikan rema bagi diri sendiri melainkan digunakan untuk menunjukkan kesalahan dan kelemahan orang lain. Oleh sebab itu, marilah berusaha untuk menjadi pelaku firman, bukan hanya sekedar menambah pengetahuan saja. Sebab jika kita mempelajari firman namun tidak menjadi pelaku firman itu atau malah menjadi batu sandungan bagi orang lain maka akan menjadi seperti ayat yang tertera dibawah.

Ibrani 6:7-8 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Tanah yang menghisap air hujan yang sering turun keatasnya, dan menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna adalah orang yang menerima pengajaran firman dan menjadi pelaku firman, orang yang demikian akan menerima berkat dari Allah.

Tanah yang menghisap air hujan yang sering turun keatasnya, namun menumbuhkan  semak duri dan rumput duri adalah orang yang menerima pengajaran namun tidak menjadi pelaku firman bahkan menjadi batu sandungan yang menyakitkan bagi orang lain akan menerima penghukuman dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Last Updated (Sunday, 10 October 2010 21:50)

 

Add comment


Security code
Refresh

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
Hits Counter
Sejak 5 Desember 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini841
mod_vvisit_counterKemarin1288
mod_vvisit_counterMinggu ini2129
mod_vvisit_counterMinggu lalu10795
mod_vvisit_counterBulan ini9809
mod_vvisit_counterBulan lalu44815
mod_vvisit_counterAll days1380805
We have: 5 guests, 13 bots online
Your IP: 38.107.179.210
 , 
Today: Feb 07, 2012
Secure Certificate
SiteLock
Ads on: Special HTML