Meneladani Pelayanan Yesus (Bag. 2) : Padang Gurun adalah tempat yang terbaik untuk mematikan segala keinginan daging.
Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Ketika saya mengawali kehidupan baru dan menjadi pelayan Tuhan, saya mengira bahwa yang ada dihadapan saya adalah berkat-berkat. Jalan saya pasti akan senantiasa mulus karena Tuhan akan menyertai saya dan menghindarkan saya dari kesukaran-kesukaran karena saya telah memilih jalan yang
tepat menjadi pelayan-Nya. Namun yang saya alami sebaliknya, saya banyak mengalami tantangan hidup dimana pencobaan-pencobaan datang silih berganti. Pencobaan datang bukan hanya dari luar saja, tetapi juga dari dalam keluarga. Saya mulai disingkirkan di tengah-tengah keluarga karena mereka menilai saya sudah berbeda dari sebelumnya. Tantangan dari luar, pekerjaan saya goyah karena banyak masalah-masalah yang timbul dalam internal perusahaan dan bahkan saya harus mencari pekerjaan baru karena perusahaan tempat saya bekerja mengalami kebangkrutan.
Saudaraku, hal yang sama juga di alami oleh Tuhan Yesus. Setelah dibabtis, Roh Kudus membawanya ke Padang Gurun. Disana selama 40 hari dan 40 malam Tuhan Yesus tidak makan dan minum. Dia benar-benar mengalami kekeringan. Nah, ketika tubuhnya menjadi lemah, maka datanglah si pencoba, si pencoba mencobai-Nya sebanyak tiga kali. Dalam tiga pencobaan tersebut Tuhan Yesus sanggup mengatasinya.
Lalu yang menjadi pertanyaan, mengapa setelah kita memilih mengikut Tuhan justru Tuhan membawa kita ke Padang Gurun, bukan langsung ketanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya? Bukankah lebih baik dan akan lebih banyak lagi orang yang memilih mengikuti jalan Tuhan jika ketika kita memilih-Nya Tuhan langsung memberkati kita dengan harta yang berlimpah dan kehidupan yang makmur?
Saudaraku, justru disinilah bedanya jalan yang ditawarkan Tuhan dengan jalan yang ditawarkan si pencoba. Tuhan lebih memfokuskan berkat yang bersifat Rohani dari pada berkat yang bersifat Jasmani. Sementara Iblis sipencoba, dia tidak akan pernah menawarkan berkat Rohani karena memang ia tidak memilikinya. Ia akan menawarkan berkat jasamani yaitu berkat berupa kekayaan-kekayaan dunia ini yang penuh dengan hawa nafsu dan kedagingan. Kembali kepada pertanyaan, mengapa kita harus mengalami suasana padang gurun? Jawabannya adalah agar kedagingan kita mati dan kehidupan kerohanian kita semakin bertumbuh.
Dipadang Gurun, Tuhan Yesus berusaha mematikan kedagingan-Nya dengan berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam. Ketika kedagingan-Nya hampir mati, iblis berusaha menggagalkan dan berusaha menghidupkannya kembali dengan menawarkan makanan. Itu dapat kita lihat pada ayat-ayat selanjutnya pada kitab Matius 4 diatas. Namun Iblis gagal karena kedagingan dari Tuhan Yesus benar-benar telah mati, itu terlihat dari jawaban-Nya. Yesus menjawab bahwa manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari firman Tuhan. Kedagingan Yesus mati terbukti dengan Yesus tidak mengindahkan tawaran iblis untuk mengubah batu menjadi roti. Yesus telah lahir menjadi manusia Rohani itulah sebabnya makanan-Nya bukan lagi roti, melainkan firman Allah. Itulah bedanya manusia jasmani dan manusia Rohani. Manusia jasmani makanannya adalah makanan jasmani tetapi manusia Rohani makanannya adalah firman Tuhan yang hidup.
Saudaraku, iblis tidak ingin kedagingan kita mati karena bila itu terjadi maka iblis tidak berkuasa lagi atas hidup kita. Iblis hanya berkuasa atas kita jika kita masih hidup dalam keinginan daging. Maka dengan matinya kedagingan kita, mati pulalah kuasa iblis atas kita.
Kisah yang sama juga di alami oleh bangsa Israel. Ketika mereka lepas dari perbudakan dan memulai kehidupan baru, mereka dipimpin Tuhan ke Padang Gurun. Sebelum Padang Gurun mereka melalui Laut Teberau yangmerupakan gambaran dari babtisan air. Ketika mereka sampai ke Padang Gurun mereka juga mengalami apa yang di alami oleh Tuhan Yesus yaitu kelaparan dan kekeringan. Setelah hari yang ke lima belas di Padang Gurun bersungut-sungutlah mereka minta makanan kepada Musa. Inilah salah satu perbedaan mereka dengan Tuhan Yesus, ketika kedagingan mereka hampir mati, mereka malah bersungut-sungut sementara Tuhan Yesus tidak. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Keluaran 16:2-4 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
Tuhan memberikan permintaan mereka walaupun mereka memintanya dengan sungut-sungut. Perlu kita perhatikan bahwa Tuhan memberikan mereka makanan yang bukan berasal dari dunia ini. Tuhan tidak memberikan mereka makan makanan yang biasa dimakan oleh orang-orang dunia melainkan Tuhan memberikan mereka makanan yang berasal dari surga yaitu roti manna yang tidak dimakan oleh orang-orang dunia. Roti manna adalah gambaran dari firman Tuhan yang menjadi makanan. Namun yang terjadi adalah suatu ketika orang Israel menolaknya. Mereka lebih memilih daging! Mereka menginginkan daging! Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Bilangan 11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
Tuhan murka dan hampir saja memusnahkan mereka namun urung karena doa-doa Musa. Akhirnya Tuhanpun memberikan mereka daging sesuai dengan keinginan mereka, itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Bilangan 11:31 Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi.
Mari kita perhatikan dengan seksama, ayat diatas menyatakan bahwa yang berasal dari Tuhan adalah anginnya, burung-burungnya berasal dari sebelah laut. Itu artinya kedagingan bukan berasal dari Tuhan melainkan berasal dari dunia ini. Orang Israel lebih memilih apa yang berasal dari dunia ini, itulah sebabnya selama 40 tahun di Padang Gurun mereka tidak pernah mencapai tanah perjanjian yaitu Tanah Kanaan karena mereka tidak berusaha mematikan keinginan daging mereka. Padang gurun tidak bisa membuat keinginan daging mereka mati. Satu hal yang perlu kita renungkan, Jika hidup dalam suasana Padang Gurun saja kita tidak bisa mematikan keinginan daging, bagaimana dengan hidup dalam suasana kelimpahan? Bukankah kedagingan malah tumbuh menjadi raksasa-raksasa yang mematikan?
Oleh sebab itu saudaraku, suasana Padang Gurun ada bukan untuk membinasakan kita, melainkan Padang Gurun adalah tempat yang terbaik untuk mematikan segala keinginan daging. Maka janganlah heran ketika kita benar-benar hidup dalam Tuhan, Tuhan tidak membawa kita langsung menuju Tanah Kanaan, yaitu tanah yang berlimpah susu dan madunya. Tetapi Tuhan membawa kita menuju ke Padang Gurun yang menjadi tempat yang terbaik bagi kita untuk mematikan segala keinginan daging. Perlu kita ingat bahwa penderitaan (suasana padang gurun) adalah bagian dari ibadah. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Menyangkal diri dan memikul salib adalah sama dengan mematikan keinginan daging. Orang yang tidak mau mengalami suasana Padang Gurun sama artinya dengan orang yang tidak mau menjadi pengikut Yesus. Padang Gurun menjadi suatu alat uji apakah kita mengikut Tuhan dengan tulus bukan karena mengejar berkat jasmani atau karena kita ingin di berkati. Doa kami, biarlah kita mengikut Tuhan bukan hanya karena berkat jasmani. Karena ketika kita mengikut Tuhan dengan tulus maka berkat-berkat jasmanipun akan mengikuti.
Matius 6:33-34 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Last Updated (Sunday, 10 October 2010 22:13)















