Kehidupan Kristen yang Suam-Suam Kuku
Wahyu 3:15-16 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.Dari ayat ini ternyata ada suatu keadaan kehidupan kristen yang tidak panas dan tidak dingin. Alkitab menyebut istilah ini dengan “suam-suam kuku”. Kehidupan Kristen suam-suam kuku adalah
- Kehidupan Kristen yang tidak mengalami kemajuan dalam Hidup kerohaniannnya.
- Kehidupan yang tidak mengalami pertumbuhan rohani artinya rohaninya hanya berjalan ditempat.
- Kehidupan rohani yang sudah puas dengan kerohaniannya saat ini tanpa ada usaha untuk meningkatkan lebih lagi kemajuan rohaninya.
- Kehidupan yang tidak ada gairah dalam kerohaniannya.
Why 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Dari ayat diatas kita bisa melihat bahwa kita dapat menjadi kristen suam-suam kuku dikarenakan :
1. Sudah merasa diri Kaya.
2. Berusaha untuk terus memperkaya diri
3. Sudah merasa cukup dan tidak kekurang apapun
Saudaraku, ada orang yang ketika hidupnya susah, ia berdoa dan beribadah dengan tidak jemu-jemu. Mereka berdoa agar Tuhan memberkati segala usaha dan pekerjaannya. Keadaan susah membuat mereka membutuhkan pertolongan dan jamahanTuhan. Namun ketika Tuhan memberikan berkatnya dimana kehidapannya berubah menjadi kaya, makakehidupannya menjadi nyaman. Harta dan uang yang banyak membuat mereka merasa cukup karena segalanya sudah terpenuhi dan ini akan membuat mereka tidak lagi berdoa meminta pertolongan Tuhan. Mereka menjadi lupa kepada Tuhan yang merupakan sumber berkat yang mereka terima, dan hal inilah yang dialami dan dirasakan oleh Jemaat Laodikia.
Jemaat Laodikia merasa diri mereka kaya, cukup mapan dan tidak kekurangan apapun. Mereka merasa tidak membutuhkan pertolongan Tuhan lagi oleh sebab itu mereka menjalankan ibadah hanya sebatas kewajiban saja tanpa ada rasa kerinduan yang mendalam untuk bertemu Tuhan.
Kekayaan itu tidak salah dan setiap orang berhak memilikinya, namun perlu diingat jangan sampai kekayaan itu menjadi tuan dan memerintah atas hidup kita. Alkitab mencatat bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengabdi kepada dua tuan, itu dapat kita baca pada ayat dibawah:
Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Jemaat Laodikia telah di perhamba oleh harta dan itulah sebabnya mengapa mereka menjadi suam-suam kuku. Harta membuat kasih mereka tidak sepenuhnya lagi kepada Tuhan. Mereka lebih mengasihi harta dari pada Tuhan. Maka benarlah apa yang tertulis dalam Matius 6:21 "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Saudaraku mengapa orang kaya cenderung bisa melupakan Tuhan? Itu karena didalam kekayaannya mereka menemukan penghiburan. Jika orang miskin menemukan penghiburan dari Tuhan maka orang kaya akan cenderung menemukan penghiburan dari kekayaannya.
Orang miskin dan susah akan cenderung meletakkan iman dan pengharapan kepada Tuhan. Di dalam penderitaannya, Ia akan merasa terhibur pada setiap janji-janji firman Tuhan. Hal itu di alami oleh orang Israel ketika berada di Mesir. Mereka berteriak-teriak kepada Tuhan. Itu dapat kita lihat pada ayat berikut:
Keluaran 2:23-24 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
Namun ketika mereka sampai di tanah perjanjian, tanah Kanaan, mereka menikmati hidup yang nyaman dan enak karena selain tanah Kanaan adalah tanah yang subur yang berlimpah susu dan madunya, musuh-musuh merekapun Tuhan halaukan dan hal itu membuat mereka lupa kepada Tuhan dan beribadah kepada Allah lain. Hal ini ibarat si orang kaya yang hidup nyaman yang lupa akan si Pemberi berkat. Itulah sebabnya Tuhan mengutuk mereka yang merasa mendapat penghiburan dari kekayaannya. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah.
Luk 6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Namun saudara, Tuhan kita itu adalah Tuhan yang berbelas kasihan, oleh sebab itu sebelum kita jatuh terlalu dalam dan menjadi orang yang terhilang, Tuhan memberikan hajaran sebagai peringatan. Tujuannya adalah agar kita kembali kepadaNya dan hidup didalam Dia.
Wahyu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Oleh sebab itu mari kita mengoreksi kehidupan kerohanian kita. Apakah kita masih memiliki kerinduan dan hasrat untuk bersekutu dengan Tuhan? Atau malah sebaliknya, kita tidak merasakan apa-apa ketika beribadah, ibadah hanya sebatas rutinitas saja. Jika hal itu terjadi maka kita sudah menjadi Kristen yang suam-suam kuku dan mari berbalik kepada Tuhan dan mohon ampun kepadaNya. Mohon pemulihan dari Tuhan dan percayalah bahwa Tuhan akan memulihkan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Last Updated (Sunday, 10 October 2010 22:22)
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

















