Switch to mobile site
Pendalaman Alkitab
Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus lahir dihati kita?

Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus...

Bagian I Seri Makna Natal Adakah Yesus lahir dihati kita? - Natal yang Kehilangan Makna- Bulan... [More...]

Masa Pencobaan
Apa yang memisahkan kita dari Kasih Kristus?

Apa yang memisahkan kita dari Kasih...

Roma 8:35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan... [More...]

Renungan Umum
Belajar dari kehidupan Gideon

Belajar dari kehidupan Gideon

Pagi ini saya sangat tersentuh dengan kisah Gideon yang diangkat Tuhan menjadi Hakim atas Israel.... [More...]

Kesaksian Pembaca
Renungan Lainnya
Tinggalkan Pesan
ShoutMix chat widget
Ads on: Special HTML

Ads on: Special HTML
Renungan Singkat

Bendahara yang cerdik

User Rating: / 0
PoorBest 

Bendahara yang Cerdik (Lukas 16:1-9)

Lukas 16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. Yang menjadi pertanyaan, mengapa bendahara itu bisa memboroskan harta tuannya? Jawabannya adalah karena bendahara itu tidak menyadari kalau harta itu bukan miliknya. Dia merasa bahwa harta yang dikelolanya itu adalah miliknya pribadi. Seandainya dia benar-benar menyadari bahwa harta itu bukan miliknya, pasti dia tidak akan memakai harta itu sekehendak hatinya.

Sebenarnya tanpa kita sadari, kita sering bertindak seperti bendahara ini atau KITALAH sang bendahara itu. Kita sering lupa bahwa berkat materi yang kita peroleh bukan milik kita. Kita menganggap apa yang kita miliki itu adalah hasil usaha dan kerja keras kita sehingga kita memakai harta itu sesuka-suka kita tanpa memikirkan orang lain. Tak jarang muncul perkataan ini “inikan uangku, inikan hartaku, terserah aku dong mau di apakan. Mau aku buang, mau aku habiskan, terserah aku! Inikan milikku?”.
Kita lupa bahwa apa yang kita peroleh itu adalah berasal dari Tuhan. Jika Tuhan tidak berikan, maka sekeras apapun kita bekerja, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Ingat firman Tuhan dalam kitab Hagai yang berbunyi begini:

"Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!" (Hagai 1:6)

Ayat diatas adalah gambaran orang yang sudah bekerja keras tapi tidak menghasilkan apa-apa. Oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa apapun yang kita miliki pada saat ini, itu adalah milik Tuhan!, bukan milik kita!. Kita adalah bendahara yang Tuhan percayakan mengelola harta itu.

Ingat!, suatu saat Bapa akan meminta pertanggungjawaban semua itu dari kita, dan kita kita harus siap mempertanggungjawabkannya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?
"Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.” (Lukas 16:4-7)

Dari ayat diatas kita mengetahui bahwa kita harus membantu orang lain, meringankan beban orang lain. Sebenarnya itulah yang Tuhan inginkan. Kita perhatikan ayat dibawah :

“Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” (Lukas 16:8)

Tuhan ingin agar harta yang dipercayakan itu tidak kita makan sendiri, melainkan dipergunakan untuk menolong sesama. Dalam Alkitab versi King James kita perhatikan bahwa kata cerdik yang terdapat dalam Lukas 16:8 diatas dipakai istilah “wisely” artinya dengan bijaksana. Tuhan meminta kita untuk mengelola harta yang dipercayakan-Nya dengan bijaksana, bukan semau gue.

Saya teringat suatu kisah di Lukas 12:16-21. Di situ ditulis ada seorang yang sangat kaya yang menimbun hartanya untuk dirinya sendiri. Dia menyangka bahwa dengan hartanya yang melimpah-limpah itu dia dapat hidup dengan tenang. Dia tidak tahu bahwa dia tidak hidup selamanya. Pada ayat 20 Tuhan berfirman kepadanya: “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” Ayat ini menjelaskan bahwa ketika jiwa kita diambil, harta itu tidak dapat menolong kita. Saya yakin sekali karena ke-egoisannya si orang kaya ini tidak diterima dalam kemah abadi. Harta yang dibangga-banggakan dan yang diagung-agungkannya tidak dapat membuat dia kepada hidup kekal. Malah membawa dia ke kesengsaraan yang kekal, tiada akhir.

“Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” (Lukas16:9)

Dalam alkitab terjemahan bahasa indonesia sehari-hari ayat diatas dituliskan begini: “Lalu Yesus berbicara lagi, kata-Nya, "Dengarlah! Pakailah kekayaan dunia ini untuk mendapat kawan, supaya apabila kekayaan dunia ini sudah tidak berharga lagi, kalian akan diterima di tempat tinggal yang abadi”.

Ayat diatas mengingatkan kita bahwa suatu saat harta dunia ini tidak akan dapat menolong kita. Suatu saat kita pasti menghadap Bapa, sebagai bendahara-Nya kita harus mempertanggung jawabkan semua yang Tuhan titipkan pada kita. Pergunakanlah harta titipan itu dengan bijaksana. Jadilah bendahara yang bijaksana, jangan makan sendiri. Kalau saudara mampu, tolonglah mereka yang sedang dalam kesusahan. Namun yang terutama, pergunakanlah harta titipan itu bagi pekerjaan Tuhan. Karena memang seharusnyalah harta Tuhan dipakai untuk pekerjaan Tuhan.

Dalam Lukas 16:1-14 dikisahkan ada seorang bendahara yang bertugas mengurus harta seorang Tuannya. Karena bendahara tersebut memboroskan hartanya maka sang tuan meminta agar si bendahara membuat laporan pertanggung jawaban. Si bendahara tahu bahwa akibat dari perbuatannya ia akan menghadapi resiko pemecatan. Dengan cerdik dia memanggil orang-orang yang berhutang pada tuannya dan mengurangi semua hutang mereka. Harapannya adalah apabila ia benar-benar di pecat maka orang-orang tersebut akan menolongnya. Atas kecerdikannya itu tuannya memuji dia dalam hatinya.

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Last Updated (Friday, 29 May 2009 22:18)

 

This content has been locked. You can no longer post any comment.

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support
Renungan Populer
powered by camp26
Hits Counter
Sejak 5 Desember 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini622
mod_vvisit_counterKemarin1461
mod_vvisit_counterMinggu ini7542
mod_vvisit_counterMinggu lalu9570
mod_vvisit_counterBulan ini26478
mod_vvisit_counterBulan lalu48503
mod_vvisit_counterAll days1547766
We have: 15 guests, 7 bots online
Your IP: 38.107.179.209
 , 
Today: May 19, 2012
Secure Certificate
SiteLock
Ads on: Special HTML
Facebook Page

Ads on: Special HTML
Follow us on Twitter
Powered by Twitter Fan Box & Pizcar