Bagian III Seri sepuluh orang Kusta: Mengucap Syukurlah atas Mujizat yang terjadi
| Pendalaman Alkitab |
Bagian III Seri sepuluh orang Kusta:
Mengucap Syukurlah atas Mujizat yang terjadi
Lukas 17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
Telah dijelaskan pada pembahasan terdahulu bahwa kesepuluh orang kusta ini mengalami kesembuhan pada saat di tengah jalan menuju Imam. Namun ketika mereka mengalami kesembuhan, hanya satu orang yang kembali kepada Yesus untuk mengucapkan syukur atas mujizat yang sudah di terimanya. Saya yakin bukan begitu saja yang satu orang ini kembali, pasti sebelumnya sudah terjadi perdebatan diantara mereka. Yang satu ini pasti mengajak yang sembilan lagi untuk kembali datang kepada Yesus untuk mengucapkan terima kasih dan syukur, namun yang sembilan orang tetap bersikeras meneruskan perjalanan mereka kepada Imam.
Mengapa mereka bersikeras untuk menemui Imam? Karena dengan pembuktian dari Imamlah maka mereka diakui telah sembuh dari Kusta. Imamlah yang berhak menentukan apakah mereka telah sembuh atau tidak. Jika mereka telah sembuh maka mereka akan ditahirkan dan diterima kembali bergabung di dalam lingkungannya.
Imamat 14:2-4 "Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam, dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah sembuh dari padanya, maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.
Dalam hal ini kita melihat bahwa kesembilan orang kusta yang disembuhkan ini lebih mementingkan mencari pengakuan Imam dari pada datang kepada Yesus untuk mengucapkan syukur. Artinya mereka lebih penting mencari pengakuan dunia dari pada mengucap syukur. Mujizat hanya mengubah tubuh mereka dari tubuh yang sakit menjadi tubuh yang sehat namun tidak mengubahkan kehidupan mereka. Mereka masih tetap pada kehidupan yang lama yaitu memfokuskan diri pada hal-hal dunia.
Hal seperti ini masih banyak kita temui sekarang ini. Ada orang yang sudah mengalami berkat bahkan mujizat dari Tuhan namun bukannya datang dan melayani Tuhan. Mungkin mereka telah di selamatkan dari kebangkrutan yang memalukan seperti penyakit kusta yang memalukan itu, ada pula yang di sembuhkan dari sakit penyakit yang menurut Dokter sudah tidak bisa disembuhkan, ada pula yang diselamatkan dari keluarga yang berantakan, namun ketika keadaan sudah dipulihkan mereka bukannya datang kepada Tuhan untuk mengucap syukur dan melayaninya. Malah sebaliknya mereka pergi kepada dunia dan dengan bangganya menceritakan keadaan mereka yang baru dan kembali hidup dalam pola kehidupan yang lama.
Saudaraku, jadilah seperti yang satu orang ini. Ketika mujizat terjadi dalam hidupnya dia datang kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan bukan memuliakan diri sendiri dengan mencari pengakuan dunia. Mari kita hitung sudah berapa banyak berkat dan mujizat yang kita terima dari Tuhan. Sudahkah kita datang kepada-Nya untuk mengucapkan syukur serta melayaninya?
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih buat berkat dan mujizat yang telah banyak kami terima dari pada-Mu. Ajar kami untuk menjadi seperti satu orang kusta yang kembali kepada-Mu untuk mengucapkan syukur atas mujizat yang dia terima. Biarlah kami melayani Engkau sebagai ucapan syukur atas segala kebaikan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
Last Updated (Sunday, 10 January 2010 01:50)
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support


















Comments
RSS feed for comments to this post