Bagian I Seri Makna Natal; Adakah Yesus...
Bagian I Seri Makna Natal Adakah Yesus lahir dihati kita? - Natal yang Kehilangan Makna- Bulan... [More...]
Kumpulan Renungan Kristen
Pendalaman Alkitab
|
Masa Pencobaan
|
Renungan Umum
|
Bagian III : Belajar dari pertempuran di Rafidim
Keluaran 17:10-11 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Ayat ini dengan jelas menceritakan bahwa apa yang tidak kelihatan jauh lebih dahsyat dari apa yang kelihatan. Kalau boleh saya berkata bahwa dibalik pertempuran fisik ada juga pertempuran alam roh. Dan justru pertempuran alam roh itu sangat menentukan alam fisik. Perhatikan kalimat ini : “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.”. Kalimat ini menunjukkan bahwa kemenangan Israel bukan karena kekuatan fisik, keahlian dan strategi tempur mereka. Kemenangan terjadi karena ketika Musa berdoa sambil mengangkat tangan, di alam roh malaikat-malaikat Tuhan yang ada dibelakang mereka bergerak dan
mengalahkan malaikat-malaikat kegelapan yang menunggangi orang Amalek. Bagi sebagian orang pernyataan ini mungkin aneh tetapi bagi mereka yang pernah masuk dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa kegelapan pasti mengerti apa yang dimaksud disini.
Peristiwa ini mengingatkan saya akan kisah Daniel. Daniel pernah berpuasa yaitu tidak memakan makanan yang sedap-sedap selama dua puluh satu hari. Daniel berpuasa untuk minta hikmat dan pengertian dari Tuhan. Kisahnya dapat kita baca pada ayat dibawah:
Daniel 10:1-3 Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu. Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.
Daniel 10:12-13 Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.
Pada ayat 12 cuplikan kitab Daniel diatas diceritakan bahwa sejak hari pertama Daniel berpuasa, Tuhan sudah mengutus malaikat Gabriel untuk menyampaikan jawaban atas doa Daniel. Namun ditengah jalan Gabriel dihadang oleh oknum yang disebut “Pemimpin Persia” bahkan pada ayat 13 dikatakan “raja-raja orang Persia” artinya lebih dari satu. Satu hal yang perlu saya beritahukan bahwa yang dimaksud dengan “pemimpin Persia” bukanlah manusia pada umumnya, karena manusia tidak akan bisa melihat malaikat secara mata jasmani kecuali atas anugerah Tuhan, apalagi bertarung dengannya. Kata ini menunjuk kepada penguasa teritorial kegelapan yang menguasai wilayah Persia. Selama dua puluh satu hari Gabriel berhadapan dengannya, namun karena Daniel tidak berhenti berdoa (doa puasa), pada hari yang ke dua puluh satu akhirnya Tuhan mengutus malaikat Mikhael untuk membantu Gabriel. Ketika Mikhael datang maka Gabriel dapat dengan leluasa menjumpai dan menyampaikan jawaban atas doa Daniel.
Apa pelajaran yang kita dapat dari peristiwa ini?
Mari kita perhatikan, doa Daniel yang tidak jemu-jemu membuat Allah mengutus malaikat Mikhael untuk menolong Gabriel yang dihadang oleh penguasa kegelapan wilayah Persia. Perlu kita ingat bahwa Gabriel bukanlah malaikat yang spesialis peperangan. Jadi wajar saja jika dia mengalami sedikit kesulitan ketika berhadapan dengan penguasa kegelapan tersebut. Gabriel adalah malaikat yang khusus diutus Tuhan untuk menyampaikan berita, dengan kata lain ia adalah malaikat penyampai berita. Bagaimana jika pada hari yang ketiga Daniel berhenti berdoa? Apa yang akan terjadi? Mungkin saja Gabriel akan kembali ke Surga karena penghadangan itu. Akibatnya jawaban atas doa Daniel tidak akan sampai.
Saudaraku, mungkin hal seperti ini pernah kita alami. Bisa saja pada saat kita berdoa Tuhan sudah utus malaikatnya untuk menyampaikan jawaban atas doa, namun ketika malaikat penyampai doa itu berada ditengah jalan dia dihadang oleh penguasa kegelapan dan karena kita tidak sabar, kita berhenti berdoa. Akhirnya malaikat itu kembali ke surga sehingga kita tidak mendapatkan jawaban apa-apa. Oleh sebab itu doa sangat penting untuk dapat memenangkan peperangan roh. Kita harus menyadari perlunya doa, bahkan tidak salah kalau ada pepatah mengatakan Doa adalah nafas dari orang Kristen. Mungkin itulah alasan mengapa Tuhan Yesus dan Rasul Paulus meminta kita agar tidak jemu-jemu berdoa seperti pada ayat dibawah :
| Saudaraku, mungkin hal seperti ini pernah kita alami. Bisa saja pada saat kita berdoa Tuhan sudah utus malaikatnya untuk menyampaikan jawaban atas doa, namun ketika malaikat penyampai doa itu berada ditengah jalan dia dihadang oleh penguasa kegelapan dan karena kita tidak sabar, kita berhenti berdoa. Akhirnya malaikat itu kembali ke surga sehingga kita tidak mendapatkan jawaban apa-apa. |
Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Saya percaya bahwa bukan tanpa alasan Tuhan Yesus meminta kita untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yesus tahu bahwa ketika kita berkomunikasi dengan Bapa Iblis tidak senang dan akan berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menghambat komunikasi kita dengan Bapa. Iblis dapat dikalahkan dengan iman yang teguh.
I Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Berdoa dengan tidak jemu-jemu membuktikan orang yang berdoa tersebut memiliki kesabaran dan keteguhan hati. Iman yang teguh hanya dimiliki oleh orang yang sabar dan sikap hati yang teguh. Berdoa dengan tidak jemu-jemu juga membuktikan bahwa kita sangat serius akan permohonan doa itu. Oleh sebab itu mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan dengan tidak jemu-jemu Tuhan Yesus memberkati. Amin
Bersambung.......
Last Updated (Sunday, 11 October 2009 21:24)
Facebook FanBox
|
Comments Latest
|
Follow us on Twitter
Powered by Twitter Fan Box & Pizcar
|