Bagian II : Belajar dari pertempuran di Rafidim
Menjadi orang yang terpilih
Keluaran 17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
Seperti yang saya tulis pada artikel bagian satu sebelumnya bahwasanya mau tidak mau suatu saat umat Tuhan akan menghadapi pertempuran. Namun tidak semua orang yang akan terpilih dan mampu menghadapinya. Ayat diatas dengan jelas Musa berkata kepada Yosua "Pilihlah orang-orang bagi kita,” artinya tidak semua orang Israel siap menghadapi pertempuran. Demikian juga halnya dengan orang Kristen, tidak semua orang Kristen yang siap menghadapi peperangan rohani. Hanya orang-orang yang kuat saja yang siap. Makanya jangan heran
banyak orang Kristen yang menjadi bulan-bulanan Iblis karena mereka adalah orang-orang lemah yang tidak siap menghadapi peperangan rohani.
Salah satu akibat orang lemah adalah "Selalu tertinggal di belakang."
Ulangan 25:17-18 "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.
Dalam setiap pergerakan/perjalanan orang yang lemah pasti selalu berada dalam posisi yang paling belakang. Demikian juga dalam hal perjalanan kehidupan kekristenan, orang yang lemah selalu tertinggal. Pergerakan mereka lambat sekali dan cenderung tidak ada semangat. Kehidupan kerohanian hanya biasa-biasa saja dan cenderung berjalan ditempat. Menurut KTP mereka memang beragama Kristen, tetapi dalam kehidupan sehari-hari ke kristenannya tidak kelihatan. Nah, orang yang seperti inilah yang cenderung menjadi sasaran dari musuh kita yaitu Iblis.
| Dalam setiap pergerakan/perjalanan orang yang lemah pasti selalu berada dalam posisi yang paling belakang. Demikian juga dalam hal perjalanan kehidupan kekristenan, orang yang lemah selalu tertinggal. Pergerakan mereka lambat sekali dan cenderung tidak ada semangat. Kehidupan kerohanian hanya biasa-biasa saja dan cenderung berjalan ditempat. Menurut KTP mereka memang beragama Kristen, tetapi dalam kehidupan sehari-hari ke kristenannya tidak kelihatan. Nah, orang yang seperti inilah yang cenderung menjadi sasaran dari musuh kita yaitu Iblis. |
Saudaraku, menjadi orang lemah dan menjadi orang kuat adalah pilihan, bukan takdir. Tuhan tidak pernah menakdirkan umatnya menjadi orang-orang lemah. Justru Tuhan tidak menyukai orang-orang lemah. Melalui hamba-hambanya Tuhan menyerukan umatnya agar menjadi orang yang kuat.
Ulangan 20:2-4 Apabila kamu menghadapi pertempuran, maka seorang imam harus tampil ke depan dan berbicara kepada rakyat, dengan berkata kepada mereka: Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.
Kuat lemahnya kita tergantung daripada kuat lemahnya kerohanian kita. Kuat lemahnya kerohanian tergantung seberapa besar iman kepercayaan dan kasih kita kepada Tuhan. Semakin besar iman kepercayaan dan kasih kita kepada Tuhan maka semakin kuat pulalah kerohanian kita. Orang yang tubuhnya kekar jika tidak di barengi dengan kekuatan mental rohani yang kuat maka tubuh yang kekar itu tidak akan berguna sama sekali selain hanya sebagai keindahan tubuh belaka. Rahasia dibalik kekuatan tubuh ada pada kekuatan mental rohani yaitu iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Semakin besar iman kepercayaan kepada Tuhan itu akan membuat Tuhan “bergerak” dan Dialah yang akan bertempur menggantikan kita.
Daud secara tubuh jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Goliat yang besar bagai raksasa. Namun karena begitu besarnya iman kepercayaan Daud kepada Tuhan membuat dia dengan mudah mengalahkan Goliat.
Dilain kisah, suatu ketika orang Amalek datang menyerang membakar habis Ziklag dan meraka menahan seluruh perempuan yang tinggal, termasuk istri Daud. Hal itu membuat Daud menjadi lemah sampai tidak kuat menagis. Tahukan saudara bahwa ketika kita lemah kita tidak akan disukai orang? Itu terjadi pada Daud. Ketika dia menjadi lemah, rakyat yang bersama dengan dia berusaha untuk melemparinya. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah :
I Samuel 30:4-6a : Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu.
Dari sini dapat kita lihat bahwa orang yang lemah tidak akan bermanfaat bagi orang lain selain hanya menjadi beban. Daud tidak bermanfaat bagi rakyatnya yang saat itu membutuhkan pertolongan. Itulah yang membuat rakyat ingin melemparinya. Namun Daud tidak larut dalam kelemahannya. Dia menyadari bahwa itu semua tidak akan menyelesaikan masalahnya. Solusinya adalah dia harus kembali memulihkan kekuatannya yaitu dengan menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (I Samuel 30:6) dan pada saat itu dia berhasil mengalahkan orang Amalek yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka dan merebut kembali harta dan perempuan yang ditawan oleh orang Amalek tersebut.
| Orang lemah tidak akan bermanfaat bagi orang lain selain hanya menjadi beban.... |
Oleh sebab itu jadilah kuat!. Sebab orang-orang kuatlah yang siap menghadapi pertempuran. Pilihan ada ditangan kita apakah menjadi orang yang lemah atau orang yang kuat, kuat didalam Tuhan tentunya. Orang-orang yang lemah akan menjadi bulan-bulanan Iblis, sementara orang-orang yang kuat akan menjadi pemenang bahkan lebih dari pada pemenang.
II Timotius 2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
Tuhan Yesus memberkati....
Bersambung......