Bagian I Seri Makna Natal
Adakah Yesus lahir dihati kita?
- Natal yang Kehilangan Makna-
Bulan ini kita telah memasuki bulan Desember, bulan yang sebagian besar orang Kristen di dunia merayakan Natal. Kami katakan dirayakan oleh sebagian besar orang Kristen karena memang tidak semua orang Kristen merayakannya. Ada yang merayakan setelah tanggal 25 Desember dan ada pula yang sama sekali tidak mau merayakannya dengan alasan ini dan itu sesuai dengan keyakinan dan pendapat masing-masing. Mana yang benar dan mana yang salah tidak perlu kita bahas karena memang sebenarnya di dalam Alkitab tidak ada perintah untuk memperingatinya. Bagi kami pribadi, kami sangat setuju peristiwa ini diperingati tetapi jangan sampai kehilangan “Makna”. Namun kalau kita perhatikan di sekeliling kita, apa yang akan kita lihat? Kita akan menemukan ada beberapa perayaan Natal yang sama sekali tidak memiliki makna selain hanya seremonial belaka.
Beberapa waktu yang lalu kami melakukan “searching via google” untuk mencari gambar dan pernak-pernik yang bertemakan Natal. Hasilnya sangat menyedihkan, pernak-pernik Natal banyak digunakan untuk tujuan promosi bisnis belaka, dan yang lebih membuat kami terkejut adalah ada juga ditemukan gambar-gambar tidak senonoh dan bertentangan dengan prinsip-prinsip rohani kekristenan. Ada gambar model barat yang mengenakan pernak-pernik Natal dan bertuliskan “Merry Christmas” namun hanya menggunakan bikini. Itu menunjukkan Natal sudah tidak ada maknanya lagi bahkan ini adalah penghinaan terhadap Kristus. Bagaimana kira-kira perasaan Tuhan Yesus melihat itu semua? Saya yakin Tuhan Yesus sangat sedih karena peringatan akan hari kelahirannya digunakan untuk memuaskan hawa nafsu dunia dan di gunakan untuk promosi bisnis yang penuh dengan janji-janji palsu.
Kita tidak usah heran karena jauh hari sebelumnya Nabi Yesaya sudah menubuatkan hal ini. Kita menemukannya pada ayat dibawah.
Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Inti dari ayat ini adalah bahwa ibadah dilakukan bukan karena kerinduan hati kepada Tuhan atau, perayaan Natal dilakukan bukan karena benar-benar ingin memperingati hari kelahiran Tuhan melainkan hanya rutinitas belaka. Dengan kata lain begini..., perayaan Natal dilakukan memang karena sudah hal yang biasa dirayakan dari tahun ketahun dan sudah menjadi agenda gereja.
Lalu apa makna sebenarnya yang harus kita ambil dari perayaan Natal?
Saudaraku, tujuan dari Bapa mengutus Yesus ke dunia adalah untuk membawa keselamatan. Hal itu dapat kita lihat pada ayat dibawah :
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Dari ayat ini kita lihat dengan jelas bahwa orang yang di selamatkan adalah orang yang percaya. Namun percaya yang bagaimana yang dimaksud oleh ayat ini? Untuk lebih jelas mari kita bandingkan dengan Alkitab Contemporary English Version.
John 3:16 God loved the people of this world so much that he gave his only Son, so that everyone who has faith in him will have eternal life and never really die.
Dalam versi ini kata “setiap orang yang percaya kepada-Nya” dituliskan “everyone who has faith in him (setiap orang yang memiliki iman di dalam Dia)”, jadi yang dimaksud dengan percaya adalah orang yang memiliki iman didalam Dia. Orang yang percaya kepada Yesus belum tentu beriman tetapi orang yang beriman kepada Yesus sudah pasti percaya. Iblis percaya Yesus anak Allah tetapi Iblis tidak beriman kepada Yesus.
Jadi orang yang diselamatkan adalah orang yang bukan hanya percaya tetapi juga beriman kepada Yesus.
Saudaraku, perayaan Natal menjadi benar-benar bermakna ketika Yesus benar-benar lahir dihati kita. Hal itu ditandai dengan adanya keubahan dalam kehidupan kita. Kita meninggalkan segala manusia lama dan menjadi manusia baru yang memiliki karakter Kristus terutama karakter yang tertera pada ayat dibawah:
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Kita bukan hanya menjadi orang yang sekedar percaya saja tetapi juga memiliki iman kepada Yesus.Orang yang memiliki iman kepada Yesus akan berusaha menjadi serupa dengan Yesus.
Ada ayat dalam alkitab yang mengatakan “dari buahnyalah kamu mengenal pohonnya”. Artinya kalau hidup kita memiliki karakter Kristus maka akan kelihatan dari kehidupan kita. Dan apabila karakter kristus benar-benar berbuah dalam kehidupan kita maka barulah peringatan akan kelahiran Kristus benar-benar bermakna. Tuhan Yesus memberkati.
Last Updated (Saturday, 10 December 2011 10:57)
Add comment
Comments
RSS feed for comments to this post